Category Archives: Kesehatan Ibu dan Anak

Tips Merawat Kulit Bayi yang Sensitif

Tips Merawat Kulit Bayi yang Sensitif – Kulit bayi memang cukup sensitif. Namun beberapa bayi ada yang memiliki kadar sensitivitas yang lebih dari biasanya. Kulit bayi yang sensitif ini bisa membuatnya mudah mengalami iritasi. Selain itu, faktor mudahnya terjangkit infeksi juga bisa dialami. Maka dari itu perawatan kulit sensitif pada bayi mesti dilakukan semaksimal mungkin. Memang sedikit rumit dari perawatan pada biasa. Namun dengan cara yang tepat, kulit sensitif bukan lagi momok bagi bayi.

Perawatan tersebut meliputi pakaian, sabun, pemilihan produk perawatan, dll. Iritasi karena kulit sensitif bisa disebabkan karena salah memilih produk sabun. Sabun yang memiliki bahan keras, parfum yang terlalu menyengat, hingga produk dengan kandungan alkohol akan memperparah kondisi kulit bayi. Agar tetap terjaga, orang tua harus mengenali apa saja tips merawat kulit bayi yang sensitif. Berikut ini ulasan tips selengkapnya yang bisa anda coba.

Berbagai Tips Merawat Kulit Bayi yang Sensitif

1. Jangan gunakan sabun dan detergen berbahan keras

Kondisi kulit yang terlalu sensitif membuat anda mesti ekstra cermat dalam memilih produk perawatan si kecil. Pastikan sabun mandi dan deterjen khusus pakaiannya terbukti secara klinis dan diformulasikan khusus untuk bayi. Sebab masalah iritasi kulit juga bisa terjadi karena reaksi terhadap produk sabun mandi atau produk perawatan kulit lainnya.

2. Jaga kelembapan kulit

Agar masalah sensitif tidak menyebabkan bayi mengalami iritasi, kita mesti menjaganya agar tetap lembab. Sebab ketika kulit bayi kering, maka akan mudah mengalami gesekan dan iritasi. Anda bisa mengoleskan baby oil atau baby lotion ketika sudah mandi. Pilih lotion yang non-alkohol dan tidak mengandung parfum agar aman untuk kulit si kecil.

3. Kurangi kontak dengan yang menyebabkan iritasi

Urine, feses, air liur, keringat, sisa makanan merupakan penyebab iritasi selain produk perawatan kulit. Pastikan anda mengurangi kontak dengan berbagai penyebab iritasi tersebut. Segera cuci dan bersihkan kulit jika terkena penyebab iritasi tersebut. Ganti popok bayi secara teratur. Gunakan juga baby cream untuk menghindari risiko ruam popok.

4. Hindari terkena sinar matahari berlebihan

Dari segi medis, sinar matahari pagi memang sangat barmanfaat. Baik itu untuk tulang atau perawatan ketika mengalami batuk. Namun untuk kulit bayi sensitif, sebaiknya jangan terlalu intens dalam terkena sinar matahari. Sebab akan membuat kulitnya mudah kemerahan dan iritasi. Anda bisa menjemur si kecil setidaknya 30 menit saja. sinar matahari pagi antara pukul 7-9 pagi mesti anda manfaatkan.

5. Gunakan pakaian dan handuk berbahan lembut

Masalah iritasi juga bisa disebabkan karena gesekan pada serat pakaian. Pastikan popok, celana, baju hingga handuk bayi terbuat dari bahan yang lembut. Jangan sampai menggunakan bahan pakaian yang kasar. Sebab bahan tersebut akan menimbulkan gesekan yang lebih parah dan memperbesar risiko iritasi. Memang bahan pakaian yang lebih lembut harganya lebih mahal. Namun bagus untuk menjaga kulit si kecil.

Itu dia beberapa tips merawat kulit bayi yang sensitif. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

Tips Merawat Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah

Tips Merawat Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah – Dalam beberapa kasus, bayi memiliki berat badan di bawah normal ketika dilahirkan. Bisa disebabkan karena prematur, kekurangan nutrisi, hingga penyakit tertentu. Merawat bayi dengan kondisi tersebut memang lebih sulit dibandingkan bayi yang lahir dengan bobot normal. sebab berat badan bayi begitu berpengaruh pada ketahanannya terhadap penyakit, infeksi, dll. Maka dari itu diperlukan perawatan ekstra agar kondisi bayi di bobot kurang tetap sehat dan cepat tambah berat badannya.

Pemberian ASI eksklusif merupakan solusi paling utama dalam perawatan bayi dengan kondisi ini. ASI eksklusif merupakan sumber makanan utama bagi bayi baru lahir. Memang pada kondisi tertentu, ibu menyusui memutuskan memberikan susu formula. Namun bukan berarti tidak memiliki kemungkinan sama untuk menaikan bobot si kecil. Imbangi dengan beberapa perawatan lainnya agar lebih berhasil. Berikut ini ulasan lebih lanjut untuk tips merawat bayi dengan bobot rendah.

Tips Merawat Bayi dengan Berat Badan Rendah

1. Berikan ASI eksklusif

Sebelum memasuki usia 6 bulan, ASI eksklusif wajib diberikan. Pencernaan bayi baru lahir hanya bisa menampung ASI saja. ASI eksklusif juga baik untuk menambah bobot bayi. terlebih jika ibu menyusui makan makanan yang bergizi tinggi. Memberikan ASI juga baik untuk menambah kedekatan emosi antara ibu dan anak. Memang pada awalnya mungkin sedikit produksi ASI-nya. Namun jika rutin diberikan, lama-lama produksi ASI akan mencukupi.

2. Jaga suhu badannya

Bayi dengan bobot lebih rendah memiliki suhu tubuh yang tidak terlalu hangat. Biasanya pasca dilahirkan akan dimasukan ke ruang inkubator. Namun jika sudah di rumah, anda bisa memberikan bedong, dekapan, dan melakukan setting agar suhu kamar tetap hangat. Menjemur bayi di pagi hari selama 30 menit juga bagus untuk menjaga suhu badannya. Cara tersebut juga baik untuk menguatkan tulang.

3. Jaga kebersihan bayi

Bayi yang lahir dengan bobot rendah lebih rentan terhadap infeksi. Menjaga kebersihan bayi merupakan upaya tepat agar infeksi tidak mudah menyerangnya. Anda bisa memulainya dari membiasakan cuci tangan sebelum memegang bayi. Menjaga kebersihan tali pusar sebelum puput juga perlu dilakukan. Mandikan bayi dengan sabun khusus agar kebersihannya semakin terjaga.

4. Pijat payudara ketika akan menyusui

Memijat payudara ketika akan menyusui bertujuan agar ASI semakin lancar dan banyak. Dengan lancarnya ASI, bayi akan ternutrisi secara maksimal. Bobotnya pun lebih cepat tumbuh ke kadar normal. Jika kesulitan menyusui, anda bisa memompanya dengan alat khusus. Susui bayi dengan payudara bagian kiri dan kanan secara bergantian. Cara satu ini juga bermanfaat agar payudara tidak besar sebelah.

5. Konsumsi makanan bernutrisi tinggi untuk ibu menyusui

Karena sumber makanan satu-satunya masih dari ASI, ibu menyusui wajib mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Tujuannya agar ASI memiliki lebih banyak kandungan nutrisi. Cukupi semua kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral. Pastikan anda cukup mengonsumsi air putih. Jika perlu, minum juga susu khusus ibu menyusi agar produksi ASI semakin lancar dan suplai makanan untuk si kecil lebih maksimal.

Nah itu dia beberapa tips merawat bayi dengan berat badan rendah agar tetap sehat dan pertumbuhan berat badannya lebih cepat. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

Tips Merawat Bayi Prematur di Rumah

Tips Merawat Bayi Prematur di Rumah – Kelahiran prematur tentu tidak diinginkan siapapun. Namun karena suatu sebab, hal tersebut tidak bisa dihindari. Prematur sendiri merupakan kondisi persalinan dimana waktunya kurang dari 37 minggu. Dari kelahiran yang lebih awal ini bayi mengalami masalah tersendiri. Yakni kurangnya antibodi, kesehatan yang lebih rapuh, hingga rentan mengalami berbagai macam gangguan kesehatan. Maka dari itu perawatan bayi prematur lebih intens daripada yang lahir di waktu yang tepat.

Namun bukan berarti setelah keluar dari rumah sakit perawatan prematur ini sulit. Ketika di rumah sakit orang tua sedikit lebih lega. Sebab bayi mendapatkan penanganan di inkubator. Selain itu terdapat tim medis yang siap tanggap untuk berbagai kemungkinan. Namun ketika pulang, tidak ada inkubator dan tim medis. Anda mesti berjuang bersama pasangan dan orang tua untuk merawat bayi prematur ini. Nah berikut beberapa tipsnya untuk perawatan bayi prematur di rumah.

Beberapa Tips Merawat Bayi Prematur di Rumah

1. Metode kanguru

Ketika di rumah sudah tidak ada lagi inkubator. Namun anda tetap bisa memberikan rasa hangat seperti di rahim dan inkubator dengan metode kanguru. Metode satu ini bermanfaat menjaga panas tubuh bayi. kesehatannya pun lebih meningkat dan rasa ingin menyusu juga lebih besar. Ikatan antara orang tua dan bayi juga lebih kuat. Selain ibu yang melakukan dekapan, metode kanguru juga bisa dilakukan oleh ayah.

2. Berusaha menyusui

Meskipun menyusui bayi prematur begitu sulit, namun sebisa mungkin selalu usahakan agar bayi mendapatkan ASI. Sebab dari ASI inilah anda bisa memberikan antibodi alami. antibodi ini berfungsi mencegah infeksi dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Terkadang di kelahiran pertama mengalami kesulitan menyusui. Anda bisa mencoba memerah ASI agar mau keluar. Pastikan bayi cukup mendapatkan ASI agar cepat keluar dari masa krisis.

3. Pencegahan infeksi

Sistem kekebalan tubuh bayi prematur memang lebih lemah dibandingkan yang lahir genap di waktunya. Hal ini membuat bayi prematur lebih rentan infeksi. Penting sekali melakukan upaya pencegahan infeksi. Mulailah dengan membiasakan cuci tangan sebelum memegang bayi, bersihkan kamarnya secara rutin, jika perlu, anda bisa melakukan imunisasi ketika dokter menyarankannya.

4. Pastikan tidurnya cukup

Bayi memerlukan waktu tidur yang cukup banyak. Untuk kasus prematur, kebutuhan tidurnya lebih lama dibandingkan bayi lahir di waktunya. Pastikan kondisi kamar bayi nyaman dan hangat agar kualitas tidurnya optimal. Jangan sampai posisi tidur bayi tertelungkup karena menyebabkan kematian mendadak. Pastikan jam tidurnya cukup agar perkembangannya lebih pesat.

5. Pantau selalu tumbuh dan kembangnya

Penting bagi anda tetap mengontrol pertumbuhan dan perkembangannya meskipun sudah pulang ke rumah. Anda bisa membawa bayi check-up ke dokter beberapa minggu setelah pulang. Dokter akan menilai bagaimana pertumbuhan dan perkembangannya. Biasanya dokter akan melihat terlebih dulu pendengaran dan penglihatan bayi. sebab bayi prematur memiliki risiko besar mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran.

Itu dia beberapa tips dalam merawat bayi prematur di rumah. Semoga si kecil cepat tumbuh dengan baik dan sehat selalu.

Please follow and like us:

Tips Membuat Tidur Bayi Usia 1 Bulan Lebih Berkualitas

Tips Membuat Tidur Bayi Usia 1 Bulan Lebih Berkualitas – Pada fase usia 1 bulan, bayi memerlukan proses untuk tumbuh lebih optimal. Proses pertumbuhan bayi ini biasanya ditopang dengan seringnya ia tidur. Tidur merupakan upaya agar pertumbuhan bayi lebih maksimal. Metabolisme dan sel sarafnya juga akan berkembang pesat jika tidurnya berkualitas. Namun jika tidurnya saja terganggu, proses tumbuh kembang dikhawatirkan tidak maksimal. Maka ketika memasuki usia 1 bulan, anda mesti mengupayakan agar bayi tidur lebih berkualitas.

Membuat tidur bayi lebih berkualitas bisa dengan beberapa cara. Mulai dari memperhatikan faktor luar lingkungan, kondisi bayi, sampai bagaimana kondisi popoknya. Sebisa mungkin orang tua mesti meredam faktor penyebab terganggunya tidur bayi. untuk jadwal tidur juga mesti dibiasakan agar teratur sejak dini. Nah jika anda ingin memaksimalkan pertumbuhan si kecil, cobalah biasakan atur waktu tidur berkualitas pada bayi ketika sudah mulai 1 bulan. Berikut ini ulasan tips selengkapnya.

Tips Agar Tidur Bayi Usia 1 Bulan Lebih Berkualitas

1. Perhatikan popok bayi

Bayi yang bangun pada malam hari atau di sela-sela waktu tidurnya disebabkan karena popoknya yang basah. Reaksi tersebut sebenarnya cukup alami. Anda hanya perlu mengecek kondisi popoknya. Jangan sampai terlalu penuh atau basah karena akan membuat si kecil tidak nyaman dan mudah terbangun. Selain itu kondisi tersebut juga berisiko membuat bayi mengalami ruam popok.

2. Latih tidur

Agar tidur bayi lebih berkualitas, orang tua wajib melatihnya. Melatih tidur bisa dengan membiasakan jam tidurnya. Dengan cara tersebut, bayi akan terbiasa dengan jadwal hariannya. Anda bisa menumbuhkan kebiasaan tidur yang baik sehingga perkembangan tubuhnya lebih optimal. Cobalah perhatikan jam tidurnya dan buat jadwal sebaik mungkin.

3. Berikan ASI

Ketika usianya baru 1 bulan, bayi memang akan lebih sering tidur. Namun anda mesti rajin memberikan ASI kepada si kecil. Selain tidur, asupan ASI yang maksimal akan membuat bayi lebih cepat tumbuh. Ketika bayi terbangun, anda bisa memberikannya ASI. Hindari menyalakan lampu terlalu terang. Biarkan bayi berada di ruangan remang-remang ketika sedang tidur agar lebih nyenyak.

4. Ketahui tanda bayi mengantuk

Ketahui dulu bagaimana tanda bayi mengantuk. Sebab jika anda sudah mengetahuinya, anda bisa langsung menanganinya secara tepat. Biasanya bayi yang mengantuk memiliki tanda-tanda rewel, sering mengusap mata, gerakan menurun, dan kerap menguap. Baringkan bayi atau cobalah berikan ASI sampai dia tertidur.

5. Bedakan siang dan malam

Ketika sudah anak-anak mungkin sudah bisa membedakan antara siang dan malam. namun bagi bayi usia 1 bulan tentu belum bisa. Anda mesti melatihnya agar bisa terbiasa dengan siang dan malam. dengan cara tersebut, jadwal tidurnya bisa direncanakan. Ketika siang hari anda bisa menidurkan bayi di kereta dorong dan letakan di ruangan yang terkena cahaya. Begitu pula sebaliknya ketika malam hari. dengan cara tersebut, siklus tidur bayi pun lebih teratur.

Itu dia sejumlah cara agar tidur bayi di usia 1 bulan lebih berkualitas sehingga pertumbuhannya lebih optimal. Semoga bermanfaat. 

Please follow and like us:

Tips Memberikan Susu Formula Pada Bayi

Tips Memberikan Susu Formula Pada Bayi – ASI merupakan hal penting untuk kehidupan bayi. Namun untuk beberapa kondisi, ibu menyusui tidak mampu menghasilkan ASI. Bisa disebabkan masalah kesehatan atau karena kondisi payudaranya yang tidak mendukung. Oleh sebab itu susu formula menjadi alternatif untuk menopang tumbuh kembang si kecil. Memang memberikan susu formula lebih repot. Baik dari segi menyiapkan hingga untuk budget pun lebih besar. Namun hal tersebut merupakan pilihan satu-satunya karena kondisi ASI yang tidak mendukung.

Jangan patah semangat dulu. sebab dengan cara yang tepat, pemberian susu formula tetap bisa mendukung perkembangan buah hati. Pastikan pemberiannya sesuai dengan petunjuk. Untuk pemberian susu formula, kita bisa melakukan beberapa persiapan dasar. Mulai dari botol dan perlengkapan pendukungnya. Nah jika anda memang harus memberikan susu formula, cobalah beberapa tips berikut ini agar segalanya berjalan dengan lancar.

Berbagai Tips Memberikan Susu Formula

1. Pilih produk sesuai usia

Pastikan produk susu formulanya sesuai dengan usia bayi. Nutrisi yang terdapat pada susu formula ini dirancang berbeda sesuai kebutuhan dan usia bayi. Pastikan memberikan susu formula. Jangan berikan susu sapi karena bisa memicu keracunan dan gangguan pencernaan. Bagi bayi yang memiliki intoleransi terhadap laktosa, berikan produk dari kedelai atau yang berbasis susu kambing.

2. Ikuti dosis

Setiap susu formula sudah disertai dengan dosisnya. Jangan berikan susu lebih atau kurang dari takaran di kemasannya. Susu yang terlalu encer membuat bayi mudah lapar. Sebaliknya jika terlalu kental akan membuat pencernaannya terganggu. Gunakan sendok takar dalam kemasan agar sesuai dengan dosis. Jangan gunakan sendok takar lain karena akan mempengaruhi tingkat kekentalan susu.

3. Perhatikan kebersihan

Pastikan botol susu selalu bersih. Begitu pula dengan cincin dan dot susunya. Gunakan air matang hangat untuk mencampur susu. Susu juga tidak boleh lebih dari 1 jam pada suhu kamar. Sebab dalam kurun waktu tersebut sudah tidak steril. Pastikan ketika membuatnya susu formula langsung habis agar tidak terbuang. Ketika menyiapkan susu pun tangan wajib dalam kondisi bersih.

4. Berikan seperti ASI

Pemberian susu formula mesti intens layaknya ASI. Meskipun diberi susu formula, tetap berikan selayaknya anda sedang menyusui. Misalnya dengan menjaga kontak mata dan kulit, berbicara dengannya ketika menyusui, dll. Dengan cara tersebut meskipun memberikan susu formula, anda bisa membangun ikatan batin dengan buah hati. Ikatan batin ini begitu penting untuk mendukung perkembangannya.

5. Jangan menjadwalkan pemberian susu

Nafsu makan bayi begitu bervariasi. Biarkan bayi meminta susu sesering mungkin selama ia perlukan. Ketika bayi baru lahir akan sedikit minum susu namun sering. Anda bisa memberikan susu formula 2-3 kali sehari. Semakin bertambah usianya maka semakin banyak juga kebutuhan asupannya. Kebanyakan bayi memerlukan 150-200 ml susu formula per kilogram dari bobot tubuhnya setiap hari. Jadi jika bayi memiliki bobot 5 kg, anda memerlukan 75-1000 ml susu formula dengan periode waktu 24 jam.

Demikian sejumlah tips agar asupan susu formula bagi bayi tetap aman dikonsumsinya. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

Pertolongan Pertama Demam Pada Bayi

Pertolongan Pertama Demam Pada Bayi – Demam merupakan kondisi yang paling sering dialami bayi. demam terjadi karena adanya reaksi tertentu dalam melawan bakteri atau virus. Selain itu, perubahan iklim dan beberapa gejala penyakit tertentu juga diawali dengan demam. Pertolongan pertama pada demam mesti tepat. sebab dari pertolongan pertama yang tepat, kita bisa lebih mudah dalam melakukan penanganan lebih serius. Jika suhu demam tidak segera diturunkan, dikhawatirkan bayi akan mengalami step atau kejang. Hal ini akan berdampak serius pada kesehatannya.

Banyak orang tua yang salah menangani bayi ketika demam. Akibatnya masalah tersebut justru semakin parah. Dokter pun makin kesulitan dalam meredakan demam. Memang ada beberapa kasus demam yang memerlukan penanganan serius. Namun ada pula demam yang bisa reda hanya dengan beberapa langkah sederhana. Jika anda penasaran bagaimana pertolongan pertama jika bayi mengalami demam, berikut ini beberapa tips langkah pertolongan pertamanya.

Berbagai Pertolongan Pertama Jika Bayi Demam

1. Kompres

Cobalah kompres air hangat pada area dahi, leher, ketiak serta dada. Kompres air hangat akan membuat pori-pori membuka dan tubuh lebih rileks. Hindari kompres menggunakan air dingin. sebab air dingin akan membuat tubuhnya mengigil. Anda bisa menggunakan plester kompres instant sekali pakai jika dalam keadaan terdesak.

2. Berikan ASI yang cukup

Demam juga bisa membuat si kecil mengalami dehidrasi. Agar hal tersebut tidak dialaminya, pastikan selalu berikan ASI dalam kadar cukup. ASI selain menyuplai makanan juga baik untuk menambah kuat antibodinya. Jika bayi sudah dalam tahap MPASI, berikan makanan pendamping dari cairan lain. Seperti air putih atau kuah sup.

3. Mandi air hangat

Mandi air hangat akan membantu si kecil lebih rileks. Selain itu uap panas yang dihirup si kecil aakn membantunya melancarkan pernafasan. Mandi air hangat juga bisa membuat tubuh si kecil selalu bersih. Risiko infeksi bakteri pun akan mudah dicegah dengan tubuh yang selalu bersih.

4. Kenakan pakaian yang nyaman

Ketika demam, pakaikan baju yang memiliki bahan menyerap keringat dan nyaman. Tempatkan si kecil di ruangan dengan suhu normal. Jika mengigil, gunakan selimut untuk menghangatkan tubuhnya. Dengan pakaian yang nyaman, proses penurunan demam akan lebih optimal.

5. Berikan obat yang tepat

Jika memang harus memberikan obat, pastikan pemberiannya tepat. Memberikan obat bisa melalui konsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan obat dengan takaran dan dosis yang tepat. Anda harus memberikan obat demam sesuai petunjuk dokter. Jangan sembarangan memberikan obat penurun demam pada bayi karena mengandung risiko yang lebih besar.

Dengan pertolongan yang tepat, demam yang dialami si kecil pun akan cepat turun. Jika tidak kunjung turun, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Please follow and like us:

Penyebab Kulit Bayi Baru Lahir Berwarna Kuning

Penyebab Kulit Bayi Baru Lahir Berwarna Kuning – Masalah kulit kuning pada orang dewasa kerap dikaitkan dengan penyakit liver. Pada bayi pun kondisi kulit berwarna kuning bisa juga karena sakit liver. Namun sebagian besar penyebab kulit kuning karena faktor lain. Bisa jadi kondisi tersebut adalah hal normal yang akan mereda sendirinya ketika usianya sudah 1 minggu. Jadi bagi orang tua jangan terlebih dulu menyimpulkan buah hati anda mengalami penyakit liver atau gangguan lainnya. Bisa jadi merupakan gejala alami si kecil.

Penyebab kulit kuning sendiri sebagian besar karena faktor bilirubin. Bilirubin sendiri merupakan sel yang terbentuk karena sel darah merah pecah. Umumnya penguraian ini dilakukan di organ hati. Namun ketika baru lahir, organ hati bayi masih belum begitu sempurna. Maka dari itu kondisi kulitnya akan mengalami warna kuning. Kenali dulu apa saja penyebab kulit kuning pada bayi baru lahir, agar tahu bagaimana upaya penanganannya. Berikut ulasan selengkapnya.

Penyebab Kulit Kuning pada Bayi Baru Lahir

1. Pigmen kuning

Pigmen kuning merupakan pigmen alami yang dihasilkan ketika baru lahir. Dalam istilah medis disebut bilirubin. Bilirubin yang meningkat membuat kulit bayi berwarna kuning. Penyebab bilirubin karena sel darah merah pecah dalam tubuh ketika dilahirkan. Dalam kondisi normal, bilirubin bisa diurai di dalam organ hati. Setelah diuraikan akan langsung dibuang melalui BAB. Saat bayi dilahirkan, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga proses penguraian belum begitu baik. Hal inilah yang membuat kulit bayi berwarna kuning.

2. Darah tidak cocok

Ketidakcocokan darah antara ibu dan anak juga bisa menjadi sebab mengapa kulit bayi berwarna kuning. Pembentukan bilirubin menjadi berlebih karena sel darah tidak cocok. Misalnya jika ibu memiliki golongan darah B sedangkan anak memiliki sel darah O maka yang terjadi adalah ibu memiliki rhesus positif sedangkan anak rhesusnya negatif. Ketidakcocokan ini akan membuat kulit bayi berwarna kuning dan memperbesar risiko penyakit berbahaya.

3. Organ hati belum matang

Seperti yang disinggung sebelumnya, bilirubin bisa diuraikan di dalam organ hati. Jika organ hatinya tidak bekerja optimal, proses penguraian akan tersendat. Hal ini membuat terjadi pigmentasi warna kuning pada kulit. Pada orang dewasa, penyakit kuning disebabkan karena sakit liver. Namun jangan menyangka bayi terkena liver terlebih dulu. Bisa jadi organ hatinya memang belum sempurna. Jika kondisi kuning lebih dari satu minggu, segera periksakan ke dokter spesialis.

4. Asupan enzim G6PD kurang

Bayi memerlukan asupan enzim G6PD secara optimal. Enzim satu ini merupakan enzim yang ada pada aliran darah. Fungsinya mencegah kerusakan sel darah merah. Enzim yang bernama asli glukosa 6 phospate dehidrogenase ini akan mencegah kerusakan sel darah merah penyebab peningkatan bilirubin. Jika kekurangan enzim satu ini, sel darah merah akan rusak dan berefek pada kondisi kulit bayi yang kuning. Penyebab kekurangan enzim ini salah satunya tidak optimalnya asupan gizi pada saat hamil.

Demikian beberapa sebab mengapa kulit bayi berwarna kuning pasca dilahirkan. Semoga menambah informasi untuk anda.

Please follow and like us:

Penyebab dan Cara Mengatasi Tempertantrum pada Bayi

Penyebab dan Cara Mengatasi Tempertantrum pada Bayi – Tantrum umumnya dialami oleh anak-anak yang notabene sudah bisa mengenal emosi. Namun pada bayi pun bisa terjadi tantrum. Mungkin orang tua akan kaget jika tiba-tiba bayinya menangis lebih keras, memukul-mukul badannya, atau berlaku tidak seperti biasanya. Tantrum pada bayi bukan karena dia sedang marah atau karena orang tua membuat kesalahan. Namun penyebabnya lebih ke reaksi alaminya terhadap hal yang ia alami. Misalnya kelelahan, lapar, hingga tidak bisa beradaptasi.

Penyebab tantrum pada bayi mesti dikenali. Dengan tahu apa saja penyebabnya, kita bisa memutuskan penangangan yang tepat. Sebab seringkali orang tua akan panik dulu ketika menghadapi bayinya tiba-tiba tantrum. Diperlukan ketenangan agar penanganan tempertantrum tepat. Maka dari itu kenali dulu apa saja penyebab tantrum pada bayi. dan kenali juga bagaimana penanganannya. Berikut ini ulasan lebih lanjut untuk penyebab serta cara mengatasi tantrum pada bayi.

Penyebab dan Cara Mengatasi Tempertantrum Bayi

1. Kelelahan

Meskipun tidak bergerak aktif seperti orang dewasa, bayi juga kerap mengalami kelelahan. Bisa jadi rasa lelahnya karena seharian diajak orangtua bepergian, udara yang panas, hingga dehidrasi. Reaksi kelelahan pun bisa diwujudkan dalam bentuk tantrum. Agar bayi tidak terus-terusan tantrum, cobalah berikan ASI dan tidurkan. Jika tidak mau tidur, berikan mainan yang bisa membuatnya lebih tenang.

2. Lapar

Reaksi alami bayi ketika lapar adalah menangis. Namun pada kondisi tertentu, wujud reaksi laparnya bisa dalam bentuk tantrum. Bisa jadi rasa lapar yang ia alami begitu kuat sehingga diwakilkan melalui tantrum. Segera susui bayi. Jika sudah masuk tahap MPASI, anda bisa membuatkannya makanan dengan kandungan karbohidrat sebagai bahan utamanya.

3. Takut/cemas

Ekspresi ketakutan bayi bisa diwakilkan melalui tantrum. Reaksi tersebut merupakan hal wajar sebagai bentuk penyampaiannya terhadap situasi yang ia alami. Rasa takut yang bayi alami bisa karena bisingnya lingkungan, suara keras yang tiba-tiba, atau ketika bangun dia tidak mendapati siapapun di dekatnya. Gendong dan peluk secara lembut untuk menenangkannya. Pindahkan ke tempat yang sekiranya lebih aman untuknya.

4. Terlalu bising

Bayi begitu suka dengan suasana yang tenang. Lingkungan yang terlalu bising membuat bayi akan ter-stimulasi secara berlebihan. Efeknya, dia akan mudah mengalami tantrum. Bayi akan sering menangis meskipun kondisinya tidak lapar atau popoknya masih bersih. Untuk mengatasi hal tersebut, pindahkan bayi ke tempat lebih tenang. Anda bisa memeluknya sambil memberikan ASI untuk lebih menenangkannya.

5. Menolak perubahan

Bayi sudah mulai bisa mengenali kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya kamar tidurnya, suhu udara, hingga kebisingan di sekitarnya. Ketika si kecil mengalami tantrum, bisa jadi karena dirinya tidak bisa langsung beradaptasi dengan sekitarnya. Efeknya dia akan mengalami tantrum. Solusinya dengan memberikan waktu agar bayi bisa beradaptasi. Baik dengan kondisi kamar barunya, lingkungan sekitar, dll. Cobalah kenalkan pelan-pelan perubahan di sekitarnya.

Jadi jangan panik dulu ketika bayi mengalami tantrum. Cobalah lebih peka untuk menanganinya lebih cepat. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

Manfaat Alpukat Untuk Bayi Usia 8 Bulan

Manfaat Alpukat Untuk Bayi Usia 8 Bulan – Selain baik dikonsumsi selama hamil, alpukat juga begitu bermanfaat bagi bayi. Setelah masuk masa MPASI, alpukat bisa menjadi buah yang tepat untuk dikonsumsi bayi. Tekstur buah bernama latin Persea americana ini begitu lembut. Anda tidak perlu mengukusnya terlebih dulu sebelum memberikannya kepada si kecil. dari teksturnya yang lembut, bayi pun lebih mudah mencernanya. Dari segi rasa, alpukat juga begitu nyaman di lidah bayi. rasanya tidak terlalu keras dan tidak memiliki rasa asam sama sekali.

Maka dari itu bagi yang bingung memilih menu MPASI, alpukat bisa menjadi pilihan tepat. di usia 8 bulan, perkembangan motorik dan sel otaknya makin pesat. Maka untuk memaksimalkannya diperlukan makanan yang tepat. dan alpukat adalah buah yang tepat untuk dipilih. Di dalam buah berwarna hijau ini terkandung vitamin E, antioksidan, asam folat, hingga lemak baik. Nah bagi yang penasaran apa saja manfaat dari alpukat untuk bayi 8 bulan, berikut ini ulasan selengkapnya.

Berbagai Manfaat Alpukat Untuk Bayi 8 Bulan

1. Membantu perkembangan otak

Buah bernama latin Persea americana ini mengandung folat dalam jumlah besar. asam folat merupakan nutrisi penting dalam perkembangan otak bayi. ketika di kandungan, ibu hamil wajib memenuhi kebutuhan asam folat. Begitu melahirkan, bayi juga perlu tambahan asam folat agar perkembangan otaknya makin optimal. Kemampuan motorik, tekanan darah, dll akan bekerja secara baik dengan asam folat, mangan, dan berbagai nutrisi lain dalam alpukat.

2. Mempercepat perbaikan jaringan tubuh

Di dalam alpukat terdapat vitamin K dan C. Kedua vitamin ini bermanfaat mempercepat pertumbuhan jaringan dan perbaikannya. Kerusakan sel akan terus terjadi. Namun upaya memulihkannya bisa kita lakukan dengan asupan vitamin tersebut. Anda bisa memberikan MPASI dengan menu pure alpukat serta ASI agar si kecil mendapatkan nutrisi tersebut.

3. Menjaga kesehatan bayi

Lemak yang terdapat pada alpukat merupakan jenis lemak yang tidak berbahaya bagi tubuh. Jenis lemak ini begitu baik untuk menopang energi bayi, mendorong perkembangan otak, dan baik bagi sistem pencernaan. Berkat lemak baiknya, kesehatan bayi pun semakin terjaga. Tekanan darah pun lebih normal dengan asupan lemak baik dari alpukat.

4. Melancarkan pencernaan

Sistem pencernaan bayi masih belum begitu sempurna. Biasanya masalah diare, sembelit, dan kurang cepat dalam penyerapan nutrisi akan dialami bayi. Anda bisa memberikan bayi menu alpukat untuk meringankan sistem pencernaan. Kandungan serat, vitamin E dan antioksidannya begitu optimal untuk membantu bayi mendapatkan sistem pencernaan yang sehat.

5. Meningkatkan daya tahan

Risiko infeksi dan berbagai penyakit lainnya disebabkan karena daya tahan tubuh yang buruk. Dengan konsumsi alpukat, bayi memiliki daya tahan yang lebih optimal. Sebab antioksidan yang dimiliki buah dengan tekstur lembut ini begitu tinggi. Antioksidan inilah yang bagus untuk menangkal berbagai penyakit dan risiko infeksi. Padukan alpukat dengan ASI untuk memperoleh manfaat tersebut.

Dengan manfaatnya yang segudang, anda bisa memilih buah berwarna hijau ini untuk dijadikan salah satu menu andalan MPASI. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cepat Gemuk dan Tidak Mudah Sakit

Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cepat Gemuk dan Tidak Mudah Sakit – Mendapati bayinya memiliki bobot dibawah normal memang cukup menyedihkan. Bahkan beberapa orang tua mengalami frustasi dan bingung mencari cara agar bobot bayinya normal. Sebab ketika berat badan bayi di bawah normal, kondisinya akan memudahkannya mengalami infeksi, terjangkit berbagai penyakit, dan perkembangannya terhambat. Dari proses menyusui, kita bisa berusaha menaikan berat badan buah hati kita. Yakni dengan mengonsumsi makanan sehat.

Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui efeknya juga bisa dirasakan si kecil. Maka dari itu memilih makanan kaya nutrisi amat penting agar bobot badan bayi lebih mudah bertambah. Bayi juga tidak mudah sakit jika berat badannya terjaga. Makanan tersebut berasal dari buah, sayuran, hingga daging-dagingan. Nah, jika anda penasaran apa saja makanan untuk ibu menyusui agar bayi mudah gemuk, berikut ini beberapa rekomendasinya yang bisa anda coba.

Berbagai Makanan Ibu Menyusui 

1. Pisang

Pisang merupakan sumber karbohidrat, kalium, vitamin, dan serat. Mengonsumsi pisang mampu memberikan manfaat dari zat tersebut. Untuk ibu menyusui pun begitu bagus agar kandungan ASI nya mampu menambah bobot si kecil. Pottasium dan kalium-nya juga baik untuk memaksimalkan asupan nutrisi si kecil. Konsumsi 2-3 buah setiap hari. Jika anda bosan mengonsumsinya dengan cara biasa, cobalah buat menjadi smoothies atau menu lainnya.

2. Roti gandum

Kandungan serat dan karbohidrat roti gandum begitu tinggi. Anda bisa mengonsumsinya sebagai pengganti nasi. Kadar kalorinya yang tinggi mampu menutrisi ASI sehingga lebih optimal menggemukan berat badannya. Anda bisa mengonsumsi roti gandum dengan selai atau susu setiap hari. Jika bosan dengan nasi atau bahan makanan pokok lain, roti gandum ini bisa menjadi pilihan anda.

3. Daging ayam

Kandungan protein pada daging ayam cukup tinggi. Nutrisi tersebut mampu menambah bobot bayi melalui ASI. Kadar kalori dari daging ayam juga cukup tinggi. Selain itu jenis daging ini juga rendah kolesterol sehingga aman dikonsumsi siapapun. Untuk mengonsumsinya, kita bisa memanggang atau mengukusnya. Pilih daging ayam tanpa lemak untuk memaksimalkan asupan proteinnya.

4. Bayam

Dari jenis sayuran seperti bayam pun, kita bisa menambah bobot bayi melalui ASI. Kandungan zat besi dari bayam begitu tinggi. Selain mampu mengalirkan darah lebih lancar, zat besi juga baik untuk pencernaan. Jika ASI mengandung zat besi, mudah bagi bayi dalam mendapatkan bobot yang bertambah. Bayi menjadi lebih mudah gemuk melalui asupan ASI tersebut.

5. Susu

Di dalam susu terkandung protein dan lemak. Kita bisa menggemukan bayi melalui penambahan protein dan lemak pada ASI. Selain susu sapi murni, ibu menyusui juga bisa mengonsumsi susu khusus menyusui untuk mendapatkan asupan tersebut. Pastikan konsumsi susu secara teratur. Susu juga bagus untuk menambah energi ibu menyusui agar selalu terjaga dan tidak mudah lemas.

Itu dia beberapa rekomendasi makanan yang bisa dikonsumsi ibu menyusui agar bobot si kecil naik signifikan. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us: