Category Archives: Kesehatan Ibu dan Anak

Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Formula

Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Formula – Sebuah alergi biasanya akan dimunculkan dengan reaksi tertentu. Seperti halnya ketika bayi mengalami alergi susu formula. Susu formula biasanya dijadikan sebagai alternatif jika ibu tidak mampu memberikan ASI. Atau bisa menjadi pendamping ketika bayi sudah mulai proses MPASI. Namun seringkali bayi mengalami alergi susu formula. Bisa jadi alerginya disebabkan karena tubuh si kecil mengeluarkan reaksi intoleransi terhadap susu sapi. Seperti yang diketahui bahwa sebagian besar susu formula dibuat dari bahan dasar susu sapi.

Oleh sebab itu beberapa kasus menunjukan intoleransi terhadap protein dari susu sapi ini. Baik melalui kulit, pencernaan, pernafasan, hingga reaksi umum lainnya. Jika tidak tanggap, alergi susu formula akan mengganggu pertumbuhan si kecil. sebab alergi tersebut membuat susu formula tidak diasup sempurna ke tubuh. bahkan bisa menimbulkan sejumlah masalah baru dari berbagai reaksi yang ditimbulkannya. Nah jika anda penasaran apa saja ciri bayi yang mengalami alergi susu formula, berikut ini beberapa ciri-ciri lengkapnya.

Berbagai Ciri Alergi Susu Formula

1. Masalah kulit

Anda bisa mengidentifikasi bagaimana reaksi kulit bayi selepas minum susu formula. Alergi biasanya akan diperlihatkan dari kondisi kulit. Jika terjadap gatal-gatal, ruam, bengkak, tanpa disebabkan karena faktor bakteri, bisa jadi bayi memang alergi terjadap susu formula. Anda bisa memastikan apakah reaksi tersebut penyakit kulit atau alergi susu formula dengan mengidentifikasi ciri lainnya berikut ini.

2. Masalah pencernaan

Alergi susu formula bisa dilihat dari bagaimana reaksi pencernaannya. reaksi pencernaan merupakan reaksi normal yang bisa dihadirkan melalui asupan susu formula. Jika bayi memberikan reaksi konstipasi, sembelit, kembung, diare, mual dan muntah, bisa jadi susu formula tersebut tidak cocok. Reaksi tersebut juga bisa menjadi bentuk penolakan alami terhadap asupan susu formula.

3. Masalah pernafasan

Alergi susu formula juga bisa dilihat dari bagaimana sistem pernafasannya. Jika bayi sering batuk, suara nafasnya begitu keras, hidung berair, dan menunjukan gejala kedinginan, berarti tubuhnya sedang bereaksi keras terhadap susu formula tersebut. Anda bisa menyimpulkan gejala alergi ini dengan melihat bagaimana pencernaannya dan beberapa gejala umum lainnya.

4. Masalah umum lainnya

Alergi susu formula bisa dilihat dari gejala umum lainnya. Misalnya bayi menjadi lebih rewel, sering gelisah, lesu, dan berat badannya sulit meningkat. Perhatikan gejala tersebut dan cobalah hentikan pemberian susu formula beberapa saat. Jika memang reaksinya tidak lagi dikeluarkannya, berarti susu tersebut menimbulkan alergi pada si kecil. Anda bisa beralih ke merk lain atau memberikannya sumber kalsium lainnya.

Nah itu dia sejumlah ciri-ciri jika bayi alergi susu formula. Anda bisa mengganti merk lainnya atau konsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Please follow and like us:

Cara Alami Mengeluarkan Dahak Pada Bayi Usia 2 Bulan

Cara Alami Mengeluarkan Dahak Pada Bayi Usia 2 Bulan – Batuk merupakan penyakit yang kerap dialami oleh bayi. Bahkan ketika baru berusia 2 bulan. Batuk berdahak mengharuskan orang tua melakukan penanganan ekstra. Sebab masalah dahak ini akan membuat nafas bayi tersengal dan membuatnya merasa tidak nyaman. Selain menggunakan obat dari dokter, orang tua bisa melakukan cara alami untuk mengeluarkan dahak. Dahak harus dikeluarkan agar tidak memenuhi rongga pernafasan. Selain itu mengeluarkan dahak juga efektif untuk meringankan batuk si kecil.

Cara alami ini bisa dengan melakukan penguapan, menghangatkan suhu tubuhnya, dan berbagai hal ringan lainnya. Jangan panik terlebih dulu jika bayi mengalami batuk berdahak. Cobalah keluarkan dulu dahaknya agar penanganan selanjutnya lebih mudah. Selain itu untuk usia 2 bulan, meminum obat-obatan masih belum terlalu dianjurkan kecuali jika dalam kondisi mendesak. Berikut ulasan lebih lanjut untuk cara mengeluarkan dahak pada bayi usia 2 bulan.

Cara Mengeluarkan Dahak Pada Bayi 2 Bulan

1. Jemur bagian punggung

Selain menguatkan tulang, menjemur bayi di pagi hari juga akan membuat suhu tubuhnya lebih hangat. Efeknya, dahak akan mudah keluar. Anda bisa menjemur bayi antara pukul 7-9 pagi. Terapi sinar matahari ini begitu positif untuk si kecil. Lakukan secara teratur ketika bayi mengalami batuk, kemudian ikuti langkah selanjutnya.

2. Tepuk ringan pada punggung

Ketika menjemur bayi, cobalah tepuk-tepuk pada bagian punggung. Tepuk dengan ringan hingga bayi seperti akan mengalami muntah. Cara satu ini begitu efektif untuk memicu bayi batuk dan mengeluarkan dahak. Ketika mulai batuk, dahak akan lebih mudah keluar. Pastikan anda sabar dalam melakukan hal ini agar lebih berhasil.

3. Pijat bayi

Memijat bayi bisa membuat stimulasi otot pernafasan lebih ringan. batuk berdahak dan rasa tidak nyaman pun akan hilang dengan melakukan terapi tersebut. Jika anda tidak bisa memijatnya sendiri, anda bisa menggunakan jasa khusus pijat bayi yang sudah ternama. Pada saat pemijatan terdapat tekanan untuk merangsang agar bayi batuk kemudian mengeluarkan dahaknya.

4. Uap dengan air hangat dan minyak mint

Anda bisa mencoba terapi uap secara mandiri. Yakni dengan menempatkan air hangat di baskom dan meneteskan minyak mint atau minyak essensial lainnya secukupnya. Tengkurapkan bayi agar wajahnya menghadap baskom berisi air hangat. Tutup kepala bayi dengan handuk dan tunggu beberapa saat. Proses penghilangan dahak pun akan berlangsung secara alami.

5. Menggunakan minyak essensial

Pilih minyak essensial yang tidak terlalu panas. Minyak mint atau telon bisa anda coba. Anda bisa menggunakan humidifier jika tidak bisa memijat atau khawatir kalau kulit bayi akan rusak. Masukan minyak essensial ke alat tersebut dan pasang di ruangan bayi. Minyak dengan aroma terapi ini mampu memberikan rasa hangat pada pernafasan dan membuat dahak keluar secara cepat.

Demikian beberapa cara alami mengeluarkan dahak pada bayi usia 2 bulan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa maksimalkan pemberian ASI agar dahak semakin mudah keluar.

Please follow and like us:

5 Tanda Gigi Bayi Mau Tumbuh

5 Tanda Gigi Bayi Mau Tumbuh – Pertumbuhan gigi bayi memang menjadi hal yang membahagiakan sekaligus mengkhawatirkan. Membuat bahagia sebab bisa menjadi tanda bahwa bayi mengalami pertumbuhan yang baik. namun terkadang orang tua khawatir jika gigi bayi hendak tumbuh. Sebab pertumbuhan gigi akan dibarengi dengan gejala yang mengkhawatirkan. Mulai dari demam, gatal, rewel, dll. Kebanyakan tanda gigi mau tumbuh memang begitu mirip dengan beberapa penyakit tertentu. Hal ini membuat orang tua sedikit terkecoh.

Tanda-tanda tersebut merupakan reaksi alami dari perubahan saraf di gusi dan sekitar mulut. Banyak yang kurang tepat dalam menanganinya padahal pertumbuhan gigi adalah hal yang wajar. Jika gigi sudah mulai tumbuh, perlahan tanda tersebut akan menghilang. Bagi orang tua yang masih rancu membedakan tanda tumbuh gigi dengan kondisi sakit seperti biasa, anda mesti memperhatikannya lebih jeli lagi. Di bawah ini akan diuraikan lebih lanjut untuk tanda gigi bayi akan tumbuh.

Tanda Gigi Bayi Akan Tumbuh

1. Mengeces

Bayi mulai sering mengeces karena produksi air liurnya bertambah. Produksi air liur yang bertambah disebabkan karena reaksi alami dari gigi yang hendak tumbuh. Bahkan beberapa kasus ada yang memberikan gejala ruam di sekitar dagu, leher, serta mulut. Air liur yang membasahi wajah bayi akan membuatnya mengalami hal tersebut. Meskipun normal, sebaiknya sediakan selalu kain lembut stelir atau tisu basah untuk membersihkan air liur bayi.

2. Batuk atau muntah

Ketika gigi hendak tumbuh, beberapa otot dan saraf mengalami reaksi tertentu. Sementara bayi belum bisa sepenuhnya mengendalikan otot dan saraf di area tenggorokan dan mulutnya. Dari reaksi tersebut bayi akan mudah tersedak air liur, batuk, hingga muntah. Jangan khawatir terlebih dulu. sebab batuk dan muntah karena hendak tumbuh gigi tidak akan disertai gejala flu, demam dan diare.

3. Suka mengigit

Mulai muncul kebiasaan suka mengigit disebabkan karena bayi mengalami tekanan di bagian gusinya. Tekanan tersebut merupakan reaksi alami dari tumbuhnya gigi. Hal ini membuat rasa tidak nyaman di mulut si kecil. Anda bisa menyelipkan jari yang bersih ke ujung bibirnya jika bayi mulai mengigit ketika menyusu. Jika sudah hendak mengigit benda lainnya, lapisi benda tersebut dengan kain lembut.

4. Sering bangun di malam hari

Karena merasa kurang nyaman di bagian gusi, bayi akan lebih sering terbangun di malam hari. Rasa gatal dan sakit di gusi tidak hanya diderita pada pagi dan siang saja. jika bayi sudah mulai sering terbangun di malam hari tanpa alasan ingin minum ASI atau mengompol, berarti tanda giginya mau tumbuh sedang dirasakannya.

5. Menarik-narik telinga dan menggaruk pipi

Ini merupakan reaksi alami dari si kecil. Rasa gatal pada gusinya membuat bayi berkeinginan menggaruk area sekitar karena tidak mampu menjangkau bagian gusi secara langsung. Agar tidak menimbulkan lecet pada pipi dan telinga, cobalah alihkan perhatian si kecil dengan menawarkan mainan lainnya. Pastikan kuku bayi tidak panjang dan senantiasa bersih.

Selain tanda diatas, beberapa tanda lain seperti susah makan, demam, dan kerap memasukan tangan ke mulut juga bisa anda identifikasi. Jangan panik terlebih dulu. Sebab tanda diatas akan hilang jika gigi bayi mulai perlahan tumbuh. 

Please follow and like us:

5 Resep MPASI Buah Perdana Untuk Bayi 6 Bulan

5 Resep MPASI Buah Perdana Untuk Bayi 6 Bulan – Pada sesi MPASI perdana, banyak orang tua yang bingung dalam memberikan menu yang tepat. Buah merupakan bahan makanan paling tepat untuk mengalami sesi MPASI bayi. Ketika masuk usia 6 bulan, MPASI memang wajib diberikan. Tujuan utamanya agar bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup seiring bertambahnya usianya. Buah dianggap memiliki tekstur yang baik dan mudah dicerna. Selain itu rasanya juga masih cukup ramah untuk yang baru mengenal makanan selain ASI.

Namun tidak semua jenis buah bisa kita berikan.Bagi yang bingung mencari resep MPASI perdana, anda bisa mencoba beberapa rekomendasi di bawah ini. buah-buahan yang dihadirkan memiliki rasa yang manis dan tidak terlalu asam. Selain itu secara nutrisi juga sangat bagus. Sebab didalamnya terdapat antioksidan, vitamin C, serat hingga air. Nah bagi yang penasaran bagaimana membuatnya, berikut resep MPASI buah perdana untuk bayi usia 6 bulan. 

Resep MPASI Buah Perdana

1. Pisang lumat

Menu pisang lumat sudah dikenal sejak zaman dulu. Pisang memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang cocok untuk menstimulasi lidah si kecil. Pastikan berikan menu satu ini ketika si kecil sudah benar-benar di usia yang tepat agar tidak mengganggu pencernaannya. Jika sudah masuk usia 6 bulan, lumatkan pisang ambon atau pisang impor. Kemudian suapkan pada si kecil. pastikan rasa pisang tidak asam agar tidak mengganggu lambungnya.

2. Pure alpukat susu

Lemak nabati yang dimiliki alpukat begitu bagus untuk perkembangan si kecil. Tekstur alpukat juga mudah ditelan. Cobalah kerok setengah belah alpukat dan tambahkan susu formula atau ASI. Haluskan hingga benar-benar lumat dan cobalah berikan ke si kecil. Beberapa bayi menolak makan alpukat karena terdapat sedikit rasa pahit. Namun berikan sedikit demi sedikit agar bayi terbiasa dengan rasanya.

3. Pure apel dan pir

Kandungan vitamin C pada apel dan pir begitu bagus untuk daya tahan si kecil. Rasa sedikit masam dan manisnya mampu memperkenalkan secara lebih luas aneka jenis makanan bagi si kecil. Kukus apel dan pir sampai lunak. Tujuannya agar tekstur keduanya mudah dicerna bayi. Setelah dikukus, lumatkan dengan saringan kawat. Air yang tersaring inilah yang diberikan untuk si kecil.

4. Pure labu kuning

Rasa manis dari labu kuning begitu disukai si kecil. Nutrisinya juga sangat berlimpah. Karbohidrat, vitamin, mineral dan antioksidan tersedia dalam bahan makanan ini. Membuat pure labu kuning hampir sama dengan poin ke-tiga. Kukur labu kuning hingga lunak. Setelah itu haluskan dengan memasukannya ke saringan kawat dan menekan-nekannya dengan sendok. Hasil saringan inilah yang akan dimakan si kecil.

5. Jus buah naga

Buah naga bisa menjadi varian lain makanan perdana si kecil. Kandungan antioksidan dan vitamin C nya begitu bagus untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Selain itu, anda bisa mendapati pencernaannya yang lebih lancar sehingga mencegah risiko sembelit. Untuk mengolahnya tidak perlu dikukus. Cukup lumatkan dengan punggung sendok karena teksturnya sudah cukup lembut. Rasa manis dan sedikit asamnya akan membuat si kecil lebih banyak bertualang dalam rasa makanan.

Itu dia beberapa rekomendasi resep MPASI buah untuk makan perdana si kecil. Semoga si kecil suka dan perkembangannya semakin optimal.

Please follow and like us:

5 Penyakit Yang Sering Dialami Bayi Beserta Antisipasinya

5 Penyakit Yang Sering Dialami Bayi Beserta Antisipasinya – Bayi memang memiliki kondisi fisik yang masih rapuh. Selain itu, dari segi antibodi dan sensitivitasnya pada hal asing masih begitu lemah. Maka dari itu sejumlah penyakit kerap dialami bayi. Penyakit tersebut merupakan kondisi yang wajar. Penyebabnya bermacam-macam. Kebanyakan berasal dari virus dan bakteri. Bagi orang tua wajib mengenal apa saja penyakit yang kerap dialami si kecil. sebab dengan cara tersebut anda bisa tahu bagaimana antisipasinya secara tepat.

Salah antisipasi atau terlambat akan membuat penyakit semakin kuat. Bahkan si kecil bisa semakin lemah dan sulit ditangani. Awalnya gejala penyakit umum ini begitu ringan. namun jika salah antisipasi, virus atau bakteri ini mampu berkembang pesat dan membuat anda lebih sulit menanganinya. Agar lebih waspada dan ekstra dalam menjaga si kecil, kenali dulu apa saja penyakit yang sering dialami bayi beserta antisipasinya. Berikut ulasan selengkapnya.

Penyakit Yang Sering Dialami Bayi Beserta Antisipasinya

1. Infeksi saluran napas

Infeksi saluran napas ini bisa menyerang bagian pernapasan atas dan bawah. Komplikasi bisa saja terjadi jika penanganannya tidak tuntas. Penyebab utamanya adalah virus dan bakteri. Gejala seperti batuk, demam, pilek, mintah dan diare berkepanjangan kerap dialami bayi. Segera cek ke dokter spesialis untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Berikan ASI secara cukup untuk memaksimalkan upaya pengobatannya. Pastikan juga kondisi kamar bayi bersih dan bebas debu.

2. Ruam popok

Ruam popok merupakan masalah iritasi yang disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar. Daerah popok yang terus lembab membuat terjadi gesekan sehingga menimbulkan masalah ruam. Jika tidak diatasi, ruam akan menyebar hingga lipatan paha sampai kemaluan. Bersihkan bokong bayi dengan air mengalir dan jangan gosok kulit yang kemerahan. Gunakan salep khusus untuk melindungi kulit yang ruam. Jika sampai melepuh, segera konsultasikan dengan dokter anak.

3. Eksim susu

Eksim susu tidak disebabkan karena ASI yang ada di sekitar mulut. Penyebab utamanya adalah faktor keturunan dimana orang tua bayi memiliki riwayat alergi. Selain itu kulit bayi yang terlalu kering dan lingkungan juga menjadi penyebab lainnya. Jaga selalu kebersihan kulit wajah bayi. Jika bayi terkena tetesan susu, bersihkan dengan lap. Gunakan sabun mandi khusus dan pastikan bayi selalu ada dalam ruangan sejuk. Rutin potong kuku bayi untuk menghindari lecet di bagian wajahnya.

4. Batuk pilek

Batuk dan pilek kebanyakan disebabkan oleh virus dari kelompok RNA. Tetap berikan ASI dan hindari penggunaan botol untuk mencegah penularan virus. Jangan asal memberikan antibiotik dan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak. Jika batuk dan pilek disertai kejang, berikan obat penurun panas. Keluarkan cairan dari hidungnya dengan penguapan. Tepuk-tepuk punggung bayi secara perlahan agar lendir keluar secara cepat.

5. Sembelit dan diare

Sembelit biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan serta mengalami perubahan pola makan. Berkurangnya frekuensi buang air besar, mengejan berlebihan saat buang air besar dan menangis merupakan gejala utamanya. Anda bisa memberikan lebih banyak ASI untuk mengoptimalkan asupan cairan dalam tubuhnya. Sementara diare disebabkan karena virus. Gejalanya kebalikan dari sembelit dimana frekuensi BAB meningkat. kadang diare disertai muntah dan demam. Berikan ASI secara maksimal agar bayi tidak dehidrasi. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti pisang dan kentang.

Itu dia sejumlah penyakit yang kerap dialami bayi beserta cara antisipasinya yang tepat. Semoga bermanfaat dan menambah informasi untuk anda.

Please follow and like us:

5 Manfaat Bedong Bagi Bayi

5 Manfaat Bedong Bagi Bayi – Sejak zaman dulu bedong bayi sudah sangat populer terutama di kalangan masyarakat pedesaan. Banyak orang tua zaman dulu yang menganggap bedong mampu membuat kaki bayi tumbuh secara normal dan tidak bengkok. Namun seiring berkembangnya informasi ada pula pihak yang menolak bedong. Alasannya karena akan menimbulkan sesak nafas dan rasa tidak nyaman bagi bayi. Terlepas dari pro dan kontra tersebut, bedong ternyata memberikan sisi positif tersendiri jika tepat melakukannya.

Bedong bayi yang baik perlu kita ketahui. Yakni dengan tidak mengikat tangan dan kaki terlalu kencang. Sebab hal ini akan membuat bayi kesulitan menggeliat dan menimbulkan sesak nafas. Jika syarat bedong yang baik sudah kita lakukan, sejumlah manfaat bisa kita dapatkan. Pro dan kontra terhadap bedong memang akan terus terjadi. Tinggal bagaimana anda menyikapinya secara bijak. Berikut ini beberapa manfaat dari bedong bayi yang bisa menjadi pertimbangan anda.

Manfaat Bedong Bagi Bayi

1. Bayi tidur lebih lama

Bedong memberikan rasa nyaman sehingga tidur bayi lebih tenang. Karena tidurnya yang tenang, waktu istirahat buah hati pun lebih lama. Pada awal-awal dilahirkan, bayi membutuhkan waktu tidur yang cukup. Jika bayi sering terbangun dan jam tidurnya kacau, akan mempengaruhi perkembangan tubuhnya. Maka jika dilakukan dengan benar, bedong akan membantu bayi tidur lebih lama.

2. Membuat bayi tenang

Bedong mampu memberikan suasana yang hangat seperti di rahim. Bayi pun akan merasa lebih hangat dan jarang menangis. Hal ini membuatnya tidur lebih tenang dan pada akhirnya kualitas tidurnya begitu baik. Jika sesekali bayi menggeliat, berarti tangan dan kakinya ingin lebih bebas. Anda bisa melonggarkan sedikit balutan agar bayi bisa menggeliat lebih leluasa.

3. Mengembangkan ketrampilan motorik

Bedong juga bermanfaat bagi bayi yang lahir prematur. Selain menghangatkan tubuhnya, bedong juga bagus untuk mengembangkan ketrampilan motorik bayi. sebab ketika dibedong, pergerakan kaki dan tangannya terbatas. Hal ini bagus untuk melatih gerak motoriknya. Dengan gerak motorik yang terlatih sejak dini, perkembangan untuk kedepannya pun lebih mudah.

4. Mengurangi risiko SIDS

Tak hanya pada kalangan dewasa, kematian mendadak juga bisa terjadi pada bayi dengan istilah Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS. 1 dari 100.000 bayi di usia 1-4 bulan berisiko mengalami hal tersebut. Bedong bayi dengan tepat dan jangan sampai terguling atau tidur dengan posisi tertelungkup mampu mengurangi risiko SIDS. Bedong akan membuat bayi sulit bergerak sehingga dia tidak mengalami posisi tidur yang berisiko besar mengarah ke SIDS. 

5. Bayi tidur lebih nyenyak

Bedong memberikan rasa hangat dan nyaman ketika bayi tidur. Hal ini membuatnya tidur lebih nyenyak. Perasaan aman pun akan dirasa oleh bayi. Hal ini ditegaskan oleh American Academy of Pediatrics. Jangan membedong bayi terlalu ketat agar pernafasannya tidak terganggu dan tidur bayi pun lebih berkualitas. 

Dengan ketentuan yang tepat, bedong bagi bayi memberikan begitu banyak manfaat. Namun jika bayi sudah berusia dua bulan sebaiknya sudah tidak perlu dibedong lagi untuk membantunya belajar berguling. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

5 Langkah Pertama Memulai MPASI

5 Langkah Pertama Memulai MPASI – Ketika masuk ke fase usia 6 bulan, sudah saatnya bayi mendapatkan makanan pendamping. Anda tetap memberikan ASI namun dengan porsi lebih sedikit. Sebagai pengganti pemberian ASI yang lebih sedikit, sejumlah makanan wajib dikonsumsi. Makanan pendamping ASI atau MPASI ini begitu penting diperhatikan. Pemberian MPASI mesti tepat waktu. Jangan sampai terlalu dini atau terlambat. Sebab terlalu lambat memberikan MPASI akan berpengaruh pada penerimaan nutrisinya. Begitu juga ketika terlalu cepat.

Tujuan utama MPASI agar kebutuhan nutrisi bayi yang mulai banyak tercover dengan baik. namun kebanyakan orang tua mengalami kesulitan saat memberikan MPASI untuk pertama kali. Kesulitan tersebut bisa dari hal bayi yang enggan menerima MPASI hingga membuat efek tertentu pada pencernaannya. agar momen makan pertama si kecil berhasil, anda perlu melakukan langkah pertama secara tepat. Berikut ulasan selengkapnya untuk langkah pertama memulai MPASI.

Langkah Pertama Memulai MPASI

1. Satu sendok pertama

Jangan berharap dulu bahwa bayi yang mulai makan MPASI akan menghabiskan makanan tersebut. Mulailah dari satu sendok pertama. Tidak perlu khawatir jika bayi tidak menelannya. Sebab indera perasanya sedang beradaptasi dengan makanan lain. Pastikan semua bahan makanan dimasak pure tanpa bahan tambahan lainnya. Anda bisa menyajikan gabungan beberapa jenis sayur dan buah pada menu pertamanya. Kebanyakan ubi dan wortel dipilih sebagai menu pertama si kecil.

2. Perkenalkan sarapan

Untuk memancing adaptasi bayi pada makanan selain ASI, cobalah rutinkan pemberian ASI di waktu sarapan. Anda bisa memancingnya dengan sereal atau sedikit nasi yang dibuat bubur. Pastikan kandungan garam dan gulanya rendah atau tidak ada sama sekali demi kebaikan organ dalamnya. Berikan makanan dengan tekstur lembut. Jangan beri makanan padat dulu karena akan sulit dicerna dan menghalangi keinginan bayi minum ASI.

3. Perkenalkan rasa buah dan sayur

Jangan langsung perkenalkan berbagai macam rasa dulu. Cobalah mulai dari buah dan sayur. Kedua bahan makanan ini lebih ringan dari segi tekstur dan rasa. Selain itu buah dan sayur mampu memancing selera makan si kecil. Buat MPASI buah dan sayur dengan varian berbeda setiap hari. semakin banyak variannya, anda bisa mencegah buah hati menjadi pemilih soal makanan. Baru setelah terbiasa, perkenalkan bahan makanan lainnya.

4. Kenalkan rasa daging, ikan, telur, produk susu

Setelah sukses mengenal aneka rasa buah, saatnya perkenalkan makanan kaya protein. Anda bisa memberikan ikan, daging sapi, telur dan beberapa produk olahan susu. Namun untuk transisi makanan jangan terlalu drastis. Sebab kemungkinan bayi akan menolaknya dan akan sulit beradaptasi. Anda bisa menghaluskan sayuran dengan daging agar rasa MPASI tidak terlalu drastis dari sebelumnya.

5. Buat rutinitas

Setelah memperkenalkan berbagai macam makanan, sudah saatnya menjadwalkan pemberian MPASI secara rutin. Rutinkan pemberian makanan pendamping tersebut mula-mula dua kali sehari. Yakni pagi dan siang. Jika sudah terbiasa, MPASI bisa ditambah porsinya untuk makan malam. Meskipun tidak memerlukan ASI sebanyak biasa, namun tetap berikan ASI minimal 600 ml setiap harinya.

Nah itu dia sejumlah tips memulai MPASI agar bayi mulai terbiasa dan program MPASI anda berjalan lancar. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

5 Cara Stimulasi Kecerdasan Multipel Pada Bayi

Perkembangan sel otak anak sudah mulai sejak dalam kandungan. Pada periode usia 0-2 tahun, bayi mengalami masa keemasan dalam hal kecerdasan. Bagi orang tua wajib memanfaatkan periode emas si kecil dengan menstimulasi kecerdasan multipelnya. Kecerdasan multipel sendiri merupakan kecerdasan gabungan yang terdiri atas beberapa hal. Mulai kecerdasan emosi, nalar, inter dan intra personal, hingga kecerdasan verbal. Semuanya bisa dilatih sejak masih bayi.

Untuk menstimulasinya, kita memerlukan beberapa cara khusus. Diharapkan jika di-stimulasi dari awal, kecerdasan multipel ini akan membantu buah hati dalam memecahkan masalah, mengontrol emosi, hingga lebih cerdas secara akademik dan bahasa. Jadi cobalah melakukan beberapa cara stimulasi ringan di bawah ini untuk merangsang kecerdasannya. Berikut ulasan lebih lanjut untuk stimulasi kecerdasan multipel pada bayi.

Cara Stimulasi Kecerdasan Multipel Pada Bayi

1. Stimulasi kecerdasan verbal

Sejak usia 3 bulan, bayi mesti diasah kemampuan verbalnya. Kemampuan verbal sendiri merupakan bentuk kepekaan terhadap susunan kata, makna dan suara secara oral ataupun tertulis. Anda bisa mengajak bayi bercerita, menyanyikan lagu, mengajak bicara, bermain “cilukba”, hingga mengajaknya bercermin. Jika sudah masuk usia 6-9 bulan, stimulasikan dengan memanggil namanya dan tepuk tangan.

2. Stimulasi kecerdasan emosi inter-personal

Kecerdasan inter-personal mesti dilatih sedini mungkin. Sebab bayi akan dilatih untuk mengamati, mengerti, dan peka terhadap suara, ekspresi wajah, gerakan tubuh orang lain. Selain itu kecerdasan satu ini patut dilatih agar bayi mampu memberikan respon dalam berkomunikasi. Cobalah stimulasikan dengan mengajak bayi bermai bersama. Mengenalkan orang baru dan latihan bersalaman juga efektif untuk mengasah kecerdasan tersebut di usia 9-12 bulan.

3. Stimulasi kecerdasan emosi intra-personal

Stimulasi satu ini berguna untuk merangsang kecerdasan yang berhubungan dengan emosi, kesadaran diri dan kemampuan menciptakan seperti apa karakter yang sesungguhnya. Sejak usia 6 bulan, kita bisa melatih kecerdasan tersebut. Yakni dengan menceritakan keinginan, perasaan, mengajak berkhayal, mengajak tersenyum dan tertawa. Jauhkan bayi dari lingkungan buruk, situasi dimana terdapat perkataan kasar dan adu mulut. Sebab hal ini akan mudah ditangkap bayi dan mempengaruhi sisi kecerdasan intra-personalnya.

4. Stimulasi kecerdasan naturalis

Stimulasi satu ini bertujuan mengenalkan bayi dengan lingkungannya dan merangsangnya agar lebih tanggap dengan sekeliling. Mulailah dengan mengajaknya bercerita. Kenalkan bayi dengan gambar, aneka benda, kondisi alam di sekeliling, dll. Ajaklah buah hati tertawa dan bersenang-senang dengan lingkungan sekitar. Setiap benda di lingkungan anda bisa menjadi sumber untuk stimulasi kecerdasan naturalisnya.

5. Stimulai gerak tubuh

Untuk motorik juga perlu dilatih di waktu yang tepat. Jika bayi sudah masuk usia 6-8 bulan, cobalah latih untuk duduk dan berdiri dengan cara berpegangan. Ketika masuk usia 9-12 bulan, stimulasi dengan mengajaknya memasukan mainan ke wadah, menggelindingkan bola, dan merangkak. Bila mendapati kelambatan gerakan, cobalah ajak bayi bermain ayunan, berenang, terapi bola bermain untuk merangsang gerak motoriknya.

Demikian beberapa cara melakukan stimulasi untuk merangsang kecerdasan multipel pada bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

5 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Ruam popok merupakan masalah yang kerap dialami bayi. Kondisi iritasi di area selangkangan, bagian belakang, hingga paha disebabkan karena gesekan dengan popok dalam waktu lama. Selain itu, iritasi juga bisa disebabkan karena kondisi lembab dalam kurun waktu lama. Maka terjadilah masalah ruam popok. Masalah tersebut harus segera ditangani. Sebab jika terlambat menangani ruam popok, bayi akan mengalami infeksi yang lebih parah. Mengatasi ruam popok bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana.

Meskipun begitu praktis, popok sekali pakai kerap menimbulkan masalah iritasi. Sebenarnya bukan karena bahan popoknya. Namun bisa disebabkan karena kondisi kulit bayi yang tidak begitu cocok dengan popok yang dikenakannya. Anda bisa beralih ke merk lain yang sesuai dengan kondisi kulitnya. Selain itu penggunaan salep khusus juga bisa anda lakukan untuk meringankan masalah ruam. Nah berikut ini ulasan lebih lanjut untuk cara mengatasi ruam popok pada bayi.

Cara Mengatasi Ruam Popok

1. Rutin cek popok bayi

Anda wajib merutinkan pengecekan popok bayi. Apakah sudah kotor atau penuh. Dengan rutin mengecek, anda bisa langsung segera menggantinya tanpa khawatir terlambat. Bersihkan area kulit yang tertutup popok dengan kain. Anda bisa menyemprotkan air dari botol. Lap dengan tissue basah non-alkohol. Usahakan bayi tidak terlalu lama menggunakan popok. Sebab ada saatnya bayi tidak menggunakannya agar kulitnya tidak terlalu sering bergesekan.

2. Rutin mengganti popok

Ruam akan semakin parah jika popok jarang diganti. Normalnya mengganti popok 2-3 jam sekali. Namun jika popok sudah mulai penuh atau kotor segera ganti. Semakin lama mengganti popok maka gesekan dan risiko infeksi karena bakteri akan semakin besar. Usahakan popok tidak dibalutkan secara ketat agar ruam tidak semakin parah. Tunggu kulit bayi kering dulu sebelum dipakaikan popok baru.

3. Berikan krim khusus

Untuk meredakan ruam, anda bisa menggunakan krim pereda ruam yang mengandung zinc. Manfaat krim tersebut begitu optimal untuk mencegah iritasi dan infeksi. Jangan gunakan krim steroid kecuali dengan resep dokter. Potreleum jelly bisa anda oleskan untuk mengantisipasi agar krim tidak menempel di popok. Berikan krim khusus ruam setelah mandi atau pada saat mengganti popok.

4. Perhatikan cara memilih popok

Jika menggunakan popok sekali pakai menyebabkan masalah ruam, anda bisa mengganti merk lain atau menggunakan popok kain yang lebih aman. Jika menggunakan popok kain, cuci dengan deterjen khusus bayi sehingga permukaannya tetap halus. Beberapa merk popok sekali pakai ada yang kurang sesuai dengan kondisi kulit si kecil. Pastikan anda peka terhadap sensitivitas bayi untuk popok yang dikenakannya.

5. Pilih pakaian dari bahan yang menyerap udara

Sebagian besar penyebab ruam popok adalah kondisi tubuh yang lembab. Pilih bahan pakaian yang menyerap udara untuk mengurangi kadar kelembapan. Pilih juga yang teksturnya halus. Semakin bagus kemampuannya dalam menyerap keringat, maka permukaan di sekitar area popok tidak mudah lembab. Bayi pun lebih nyaman serta tidak merasa kepanasan.

Demikian sejumlah cara mengatasi ruam popok pada bayi. Semoga bermanfaat dan pastikan masalah tersebut segera diatasi agar tidak menimbulkan infeksi.

Please follow and like us: