Tag Archives: bayi

Tips Merawat Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah

Tips Merawat Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah – Dalam beberapa kasus, bayi memiliki berat badan di bawah normal ketika dilahirkan. Bisa disebabkan karena prematur, kekurangan nutrisi, hingga penyakit tertentu. Merawat bayi dengan kondisi tersebut memang lebih sulit dibandingkan bayi yang lahir dengan bobot normal. sebab berat badan bayi begitu berpengaruh pada ketahanannya terhadap penyakit, infeksi, dll. Maka dari itu diperlukan perawatan ekstra agar kondisi bayi di bobot kurang tetap sehat dan cepat tambah berat badannya.

Pemberian ASI eksklusif merupakan solusi paling utama dalam perawatan bayi dengan kondisi ini. ASI eksklusif merupakan sumber makanan utama bagi bayi baru lahir. Memang pada kondisi tertentu, ibu menyusui memutuskan memberikan susu formula. Namun bukan berarti tidak memiliki kemungkinan sama untuk menaikan bobot si kecil. Imbangi dengan beberapa perawatan lainnya agar lebih berhasil. Berikut ini ulasan lebih lanjut untuk tips merawat bayi dengan bobot rendah.

Tips Merawat Bayi dengan Berat Badan Rendah

1. Berikan ASI eksklusif

Sebelum memasuki usia 6 bulan, ASI eksklusif wajib diberikan. Pencernaan bayi baru lahir hanya bisa menampung ASI saja. ASI eksklusif juga baik untuk menambah bobot bayi. terlebih jika ibu menyusui makan makanan yang bergizi tinggi. Memberikan ASI juga baik untuk menambah kedekatan emosi antara ibu dan anak. Memang pada awalnya mungkin sedikit produksi ASI-nya. Namun jika rutin diberikan, lama-lama produksi ASI akan mencukupi.

2. Jaga suhu badannya

Bayi dengan bobot lebih rendah memiliki suhu tubuh yang tidak terlalu hangat. Biasanya pasca dilahirkan akan dimasukan ke ruang inkubator. Namun jika sudah di rumah, anda bisa memberikan bedong, dekapan, dan melakukan setting agar suhu kamar tetap hangat. Menjemur bayi di pagi hari selama 30 menit juga bagus untuk menjaga suhu badannya. Cara tersebut juga baik untuk menguatkan tulang.

3. Jaga kebersihan bayi

Bayi yang lahir dengan bobot rendah lebih rentan terhadap infeksi. Menjaga kebersihan bayi merupakan upaya tepat agar infeksi tidak mudah menyerangnya. Anda bisa memulainya dari membiasakan cuci tangan sebelum memegang bayi. Menjaga kebersihan tali pusar sebelum puput juga perlu dilakukan. Mandikan bayi dengan sabun khusus agar kebersihannya semakin terjaga.

4. Pijat payudara ketika akan menyusui

Memijat payudara ketika akan menyusui bertujuan agar ASI semakin lancar dan banyak. Dengan lancarnya ASI, bayi akan ternutrisi secara maksimal. Bobotnya pun lebih cepat tumbuh ke kadar normal. Jika kesulitan menyusui, anda bisa memompanya dengan alat khusus. Susui bayi dengan payudara bagian kiri dan kanan secara bergantian. Cara satu ini juga bermanfaat agar payudara tidak besar sebelah.

5. Konsumsi makanan bernutrisi tinggi untuk ibu menyusui

Karena sumber makanan satu-satunya masih dari ASI, ibu menyusui wajib mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Tujuannya agar ASI memiliki lebih banyak kandungan nutrisi. Cukupi semua kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral. Pastikan anda cukup mengonsumsi air putih. Jika perlu, minum juga susu khusus ibu menyusi agar produksi ASI semakin lancar dan suplai makanan untuk si kecil lebih maksimal.

Nah itu dia beberapa tips merawat bayi dengan berat badan rendah agar tetap sehat dan pertumbuhan berat badannya lebih cepat. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

Makanan Perangsang Pertumbuhan Gigi Pada Bayi

Makanan Perangsang Pertumbuhan Gigi Pada Bayi – Pertumbuhan gigi pada bayi mesti tepat waktu. Namun jika pada usianya bayi masih belum menunjukan tanda tumbuh gigi, anda tidak perlu risau. Biasanya memasuki usia 6 bulan, bayi sudah mulai menunjukan tanda-tanda ingin tumbuh gigi. Anda hanya perlu menambahkan makanan yang tepat untuk merangsang proses pertumbuhannya. Dalam mempercepat pertumbuhan gigi, kita bisa memberikan asupan yang cukup untuk kalsium, fosfor, vitamin D, dan zat besi. Nutrisi tersebut ada pada beberapa jenis makanan.

Anda bisa memilih makanan tersebut sebagai menu MPASI. Beberapa bahan makanan bisa dikombinasikan dengan bahan lainnya dan juga bisa disajikan sebagai menu tunggal. Dari segi rasa pun disukai bayi karena tidak terlalu kuat. Secara tekstur pun mampu melatih motorik si kecil agar mampu mengunyah secara optimal. Nah, jika anda penasaran apa saja referensi makanan perangsang pertumbuhan gigi, berikut ini beberapa referensi bahan makanannya yang bisa anda berikan.

Berbagai Makanan Perangsang Tumbuh Gigi

1. Jeruk

Vitamin C yang ada pada jeruk begitu bagus untuk merangsang kesehatan tubuh anak. vitamin C mampu merangsang pertumbuhan gigi dan menjaga gusi agar tetap sehat. Selain jeruk, anda bisa memberikan jus jambu biji. Pastikan kadar pemberiannya tepat dan sesuai porsi agar tidak menimbulkan masalah lambung bagi bayi.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang hijau, kedelai, mete dan edamame memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi. Kandungan tersebut begitu efektif merangsang pertumbuhan gigi. Teksturnya juga bagus untuk melatih motorik gerak di bagian mulut bayi. Anda bisa membuat bubur dari kacang tersebut agar mudah dicerna si kecil. Selain itu, pertumbuhan gigi juga semakin optimal dengan kandungan fosfor, zat besi dan seng pada jenis kacang tersebut.

3. Daging dan hati

Di dalam daging dan hati terdapat vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks ini mampu menunjang pertumbuhan jaringan di gusi dan bakal gigi. Perkembangan organ bayi lainnya juga lebih optimal. Anda bisa memilih hati ayam dan sapi untuk dikonsumsi sehari-hari. Padukan dengan sayuran untuk mengoptimalkan asupan nutrisinya.

4. Ikan

Ikan yang bisa anda berikan untuk si kecil adalah ikan salmon, sarden, tuna. Ikan tersebut memiliki kandungan vitamin D. Vitamin D begitu baik untuk merangsang pertumbuhan gigi. Selain itu di dalam ikan tersebut juga terdapat zat besi yang baik untuk memproduksi sel darah merah sehingga pertumbuhan jaringan otot dan darahnya lebih maksimal. Pastikan anak tidak memiliki alergi terhadap jenis ikan tersebut.

5. ASI

ASI memiliki kandungan kalsium yang begitu tinggi. Kandungan kalsium ini begitu baik untuk merangsang pertumbuhan gigi. ASI begitu penting untuk mencegah kerusakan gigi dan pertumbuhan gusi yang lebih optimal. Berikan ASI secara eksklusif bersama dengan makanan pendampingnya. Selain itu pertumbuhan tulang juga lebih optimal dengan pemberian ASI yang cukup.

Nah itu dia sejumlah makanan yang bisa membantu si kecil agar giginya tumbuh tepat waktu. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:

5 Penyakit Yang Sering Dialami Bayi Beserta Antisipasinya

5 Penyakit Yang Sering Dialami Bayi Beserta Antisipasinya – Bayi memang memiliki kondisi fisik yang masih rapuh. Selain itu, dari segi antibodi dan sensitivitasnya pada hal asing masih begitu lemah. Maka dari itu sejumlah penyakit kerap dialami bayi. Penyakit tersebut merupakan kondisi yang wajar. Penyebabnya bermacam-macam. Kebanyakan berasal dari virus dan bakteri. Bagi orang tua wajib mengenal apa saja penyakit yang kerap dialami si kecil. sebab dengan cara tersebut anda bisa tahu bagaimana antisipasinya secara tepat.

Salah antisipasi atau terlambat akan membuat penyakit semakin kuat. Bahkan si kecil bisa semakin lemah dan sulit ditangani. Awalnya gejala penyakit umum ini begitu ringan. namun jika salah antisipasi, virus atau bakteri ini mampu berkembang pesat dan membuat anda lebih sulit menanganinya. Agar lebih waspada dan ekstra dalam menjaga si kecil, kenali dulu apa saja penyakit yang sering dialami bayi beserta antisipasinya. Berikut ulasan selengkapnya.

Penyakit Yang Sering Dialami Bayi Beserta Antisipasinya

1. Infeksi saluran napas

Infeksi saluran napas ini bisa menyerang bagian pernapasan atas dan bawah. Komplikasi bisa saja terjadi jika penanganannya tidak tuntas. Penyebab utamanya adalah virus dan bakteri. Gejala seperti batuk, demam, pilek, mintah dan diare berkepanjangan kerap dialami bayi. Segera cek ke dokter spesialis untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Berikan ASI secara cukup untuk memaksimalkan upaya pengobatannya. Pastikan juga kondisi kamar bayi bersih dan bebas debu.

2. Ruam popok

Ruam popok merupakan masalah iritasi yang disebabkan karena pemakaian popok yang tidak benar. Daerah popok yang terus lembab membuat terjadi gesekan sehingga menimbulkan masalah ruam. Jika tidak diatasi, ruam akan menyebar hingga lipatan paha sampai kemaluan. Bersihkan bokong bayi dengan air mengalir dan jangan gosok kulit yang kemerahan. Gunakan salep khusus untuk melindungi kulit yang ruam. Jika sampai melepuh, segera konsultasikan dengan dokter anak.

3. Eksim susu

Eksim susu tidak disebabkan karena ASI yang ada di sekitar mulut. Penyebab utamanya adalah faktor keturunan dimana orang tua bayi memiliki riwayat alergi. Selain itu kulit bayi yang terlalu kering dan lingkungan juga menjadi penyebab lainnya. Jaga selalu kebersihan kulit wajah bayi. Jika bayi terkena tetesan susu, bersihkan dengan lap. Gunakan sabun mandi khusus dan pastikan bayi selalu ada dalam ruangan sejuk. Rutin potong kuku bayi untuk menghindari lecet di bagian wajahnya.

4. Batuk pilek

Batuk dan pilek kebanyakan disebabkan oleh virus dari kelompok RNA. Tetap berikan ASI dan hindari penggunaan botol untuk mencegah penularan virus. Jangan asal memberikan antibiotik dan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak. Jika batuk dan pilek disertai kejang, berikan obat penurun panas. Keluarkan cairan dari hidungnya dengan penguapan. Tepuk-tepuk punggung bayi secara perlahan agar lendir keluar secara cepat.

5. Sembelit dan diare

Sembelit biasanya terjadi karena bayi kekurangan cairan serta mengalami perubahan pola makan. Berkurangnya frekuensi buang air besar, mengejan berlebihan saat buang air besar dan menangis merupakan gejala utamanya. Anda bisa memberikan lebih banyak ASI untuk mengoptimalkan asupan cairan dalam tubuhnya. Sementara diare disebabkan karena virus. Gejalanya kebalikan dari sembelit dimana frekuensi BAB meningkat. kadang diare disertai muntah dan demam. Berikan ASI secara maksimal agar bayi tidak dehidrasi. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti pisang dan kentang.

Itu dia sejumlah penyakit yang kerap dialami bayi beserta cara antisipasinya yang tepat. Semoga bermanfaat dan menambah informasi untuk anda.

Please follow and like us:

5 Manfaat Bedong Bagi Bayi

5 Manfaat Bedong Bagi Bayi – Sejak zaman dulu bedong bayi sudah sangat populer terutama di kalangan masyarakat pedesaan. Banyak orang tua zaman dulu yang menganggap bedong mampu membuat kaki bayi tumbuh secara normal dan tidak bengkok. Namun seiring berkembangnya informasi ada pula pihak yang menolak bedong. Alasannya karena akan menimbulkan sesak nafas dan rasa tidak nyaman bagi bayi. Terlepas dari pro dan kontra tersebut, bedong ternyata memberikan sisi positif tersendiri jika tepat melakukannya.

Bedong bayi yang baik perlu kita ketahui. Yakni dengan tidak mengikat tangan dan kaki terlalu kencang. Sebab hal ini akan membuat bayi kesulitan menggeliat dan menimbulkan sesak nafas. Jika syarat bedong yang baik sudah kita lakukan, sejumlah manfaat bisa kita dapatkan. Pro dan kontra terhadap bedong memang akan terus terjadi. Tinggal bagaimana anda menyikapinya secara bijak. Berikut ini beberapa manfaat dari bedong bayi yang bisa menjadi pertimbangan anda.

Manfaat Bedong Bagi Bayi

1. Bayi tidur lebih lama

Bedong memberikan rasa nyaman sehingga tidur bayi lebih tenang. Karena tidurnya yang tenang, waktu istirahat buah hati pun lebih lama. Pada awal-awal dilahirkan, bayi membutuhkan waktu tidur yang cukup. Jika bayi sering terbangun dan jam tidurnya kacau, akan mempengaruhi perkembangan tubuhnya. Maka jika dilakukan dengan benar, bedong akan membantu bayi tidur lebih lama.

2. Membuat bayi tenang

Bedong mampu memberikan suasana yang hangat seperti di rahim. Bayi pun akan merasa lebih hangat dan jarang menangis. Hal ini membuatnya tidur lebih tenang dan pada akhirnya kualitas tidurnya begitu baik. Jika sesekali bayi menggeliat, berarti tangan dan kakinya ingin lebih bebas. Anda bisa melonggarkan sedikit balutan agar bayi bisa menggeliat lebih leluasa.

3. Mengembangkan ketrampilan motorik

Bedong juga bermanfaat bagi bayi yang lahir prematur. Selain menghangatkan tubuhnya, bedong juga bagus untuk mengembangkan ketrampilan motorik bayi. sebab ketika dibedong, pergerakan kaki dan tangannya terbatas. Hal ini bagus untuk melatih gerak motoriknya. Dengan gerak motorik yang terlatih sejak dini, perkembangan untuk kedepannya pun lebih mudah.

4. Mengurangi risiko SIDS

Tak hanya pada kalangan dewasa, kematian mendadak juga bisa terjadi pada bayi dengan istilah Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS. 1 dari 100.000 bayi di usia 1-4 bulan berisiko mengalami hal tersebut. Bedong bayi dengan tepat dan jangan sampai terguling atau tidur dengan posisi tertelungkup mampu mengurangi risiko SIDS. Bedong akan membuat bayi sulit bergerak sehingga dia tidak mengalami posisi tidur yang berisiko besar mengarah ke SIDS. 

5. Bayi tidur lebih nyenyak

Bedong memberikan rasa hangat dan nyaman ketika bayi tidur. Hal ini membuatnya tidur lebih nyenyak. Perasaan aman pun akan dirasa oleh bayi. Hal ini ditegaskan oleh American Academy of Pediatrics. Jangan membedong bayi terlalu ketat agar pernafasannya tidak terganggu dan tidur bayi pun lebih berkualitas. 

Dengan ketentuan yang tepat, bedong bagi bayi memberikan begitu banyak manfaat. Namun jika bayi sudah berusia dua bulan sebaiknya sudah tidak perlu dibedong lagi untuk membantunya belajar berguling. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us: