Tag Archives: obat sakit gigi

Cara Pakai Kalium Diclofenac untuk Mengatasi Sakit Gigi dan Nyeri Lainnya

Cara Pakai Kalium
Diclofenac untuk Mengatasi Sakit Gigi dan Nyeri Lainnya

Hallo, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana Cara pakai kalium diclofenac. Waduh
apaan tuh kalium diclofenac? Waah sabar dulu mas bro dan mbak sist. Semuanya
akan dijelaskan sampai tuntas asal, kamu baca artikel ini sampai selesai.
Penasaran gimana informasi selengkapnya? Langsung saja simak baik-baik ya.

Tentang kalium diclofenac.

Sebelum kita membahas tentang cara pakai kalium diclofenac,
alangkah baiknya jika kita bahas terlebih dahulu apa yang dimaksud kalium
diclofenac tersebut. Kalium diclofenac sendiri adalah obat untuk mengatasi atau
mengurangi rasa nyeri atau kekakuan sendi yang disebabkan oleh asam urat,
rematik, sakit gigi dan sebagainya. Jika kamu ingin memanfaatkan kalium
diclofenac untuk mengobati rasa nyeri, kamu bisa membelinya di apotik terdekat.
Obat ini berbentuk lempengan kaplet dengan packaging putih bertuliskan kalium
diclofenac.

Baca Juga : 10 Obat Sakit Gigi di Apotek yang Ampuh

Penggunaan kalium
diclofenac.

Jika kamu mengkonsumsi kalium diclofenac sebagai obat penawar
nyeri otot, kamu tidak bisa mengkonsumsi obat ini sembarangan seperti
mengkonsumsi obat-obat warung loh. Ada ketentuan-ketentuan yang harus kamu
patuhi jika ingin mengkonsumsi kalium diclofenac. Seperti beberapa ketentuan
berikut ini.

Minumlah kalium diclofenac dengan segelas penuh air putih.
Kurang lebih dua ratus empat puluh mili liter air putih kecuali dokter telah
menyarankan cara lain. Jangan tiduran atau berbaring selama kurang lebih 15
menit setelah meminum kalium diclofenac.

Jika kamu mengalami sakit perut setelah meminum kalium
diclofenac, kamu bisa mengkonsumsinya bersama makanan atau susu. Tapi
resikonya, ini akan memperlambat penanganan nyeri yang kamu rasakan. Sama
halnya dengan meminum kalium diclofenac ini secara tidak teratur.

Selanjutnya, kamu juga harus tau bahwa obat kalium diclofenac
ini harus ditelan menyeluruh. Jangan membagi tablet atau mengunyahnya karena
hal itu akan menghancurkan lapisan khusus pada tablet dan dapat menimbulkan
efek samping. Jadi jika kamu ingin mengkonsumsi kalium diclofenac, minum obat
tersebut secara menyeluruh tanpa mengunyah atau membelah dua tabletnya.

Dosis pemakaian obat ini, didasarkan pada kondisi medis kamu, respon terhadap obat, ataupun obat lain yang sedang kamu gunakan. Beritahukanlah semua dokter atau apoteker mengenai semua obat-obatan yang kamu gunakan. Termasuk obat non resep, resep dan obat herbal jika kamu sedang menggunakannya. Untuk meminimalisir resiko efek samping seperti pendarahan lambung, gunakan obat ini dalam dosis terendah saja. Jangan meningkatkan dosis sendiri tanpa arahan dokter.

 

Dan, agar penggunaan obat ini lebih aman lagi, sebaiknya kamu diskusikan efek samping dan manfaatnya untuk mu kepada dokter atau apoteker. Jika kamu mengalami penurunan kondisi setelah mengkonsumsi obat ini, segera konsultasi kepada dokter dan mintalah informasi mengenai cara pakai kalium diclofenac yang sesuai dengan kebutuhan mu.

 

Dosis kalium diclofenac.

Untuk orang dewasa, dosis diclofenac adalah lima puluh mili
gram tiga kali sehari. Atau tujuh puluh lima mili gram secara oral dua kali
sehari. Dosis yang lebih besar dari itu sangat tidak dianjurkan tanpa resep
dokter. Apa lagi jika kamu bereksperimen sendiri. Namun, untuk dosis seratus
mili gram, kamu bisa mengkonsumsinya satu kali sehari.

Untuk mengobati efek ankylosing spondylitis, kamu bisa
memakai dosis dua puluh lima mili gram secara oral empat kali sehari. Namun
jika diperlukam, tambahan dosis dua puluh lima miligram bisa dikonsumsi
menjelang tidur.

Untuk mengurangi efek nyeri menstruasi, dosis obat ini adalah
sebanyak lima puluh mili gram secara oral tiga kali sehari. Pada beberapa
pasien, dosis awal sebanyak seratus mili gram kalium diclofenac. Jika ditambah
dosis lima puluh mili gram, akan memberi efek peredaan nyeri yang lebih baik.
Namun perlu diperhatikan bahwa setelah penggunaan hari pertama, dosis obat ini
tidak boleh melebihi seratus lima puluh mili gram.

Untuk menangani rheumatoid arthritis, dosis obat ini adalah
lima puluh mili gram secara oral tiga sampai empat kali sehari. Bisa juga
dengan dosis seratus mili gram dengan meminumnya secara oral satu kali sehari.

Lalu bagaimana dengan anak-anak? Adakah ketentuan tertentu
untuk penggunaan kalium diclofenac bagi anak-anak? Nah, ini dia yang harus kita
perhatikan. Sebenarnya belum ada ketentuan penggunaan dosis bagi anak-anak.
Dan, obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Jangan sembarangan memberikan
kalium diclofenac ini kepada anak tanpa anjuran dokter atau apoteker. Pahami
kegunaan obat terlebih dahulu sebelum digunakan. Konsultasikan lah terlebih
dahulu kepada dokter atau apoteker mengenai cara pakai kalium diclofenac untuk ank-anak.

Nah, seperti itu lah pembahasan mengenai cara pakai kalium diclofenac pada artikel ini. Jangan lupa share
informasi ini ke media sosial seperti instagram, facebook, twitter, dan lain
sebagainya. Atau jadikan pembahasan ini sebagai bahan obrolan bersama
teman-teman mu. Semoga informasi ini bermanfaat dan, tetap jaga kesehatan ya.

Please follow and like us:

Obat Ibuprofen, Meredakan Nyeri Kepala Hingga Sakit Gigi

Kegunaan Obat Ibuprofen, Meredakan Nyeri Kepala Hingga Sakit Gigi

Ibuprofen merupakan jenis obat nonsteroidal anti inflammatory atau NSAID. Dibandingkan NSAID jenis lain, Kegunaan Obat Ibuprofen merupakan salah satu anti inflamasi yang paling lemah dan memiliki efek samping yang paling ringan.

Namun, sama seperti NSAID jenis lainnya, Ibuprofen bekerja dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Enzim ini berperan membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan mengakibatkan rasa sakit serta peradangan. Lalu apa saja Kegunaan Obat Ibuprofen, berikut ini ulasannya :

Kegunaan Utama Obat Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat dengan kegunaan utama untuk meredakan nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot atau arthritis, sakit punggung, sakit dari luka ringan, influenza, dan mengurangi pembengkakan pada bagian tubuh.

Kegunaan Obat Ibuprofen adalah dapat mengurangi rasa sakit pada tubuh yang mengakibatkan hilangnya kesadaran. Obat ibuprofen termasuk dalam jenis NSAID dengan cara bekerja yang berbeda dengan obata analgesik lainnya. Saat merasakan sakit, nyeri, atau peradangan, secara alami tubuh akan menghasilkan zat kimiawi yang disebut prostaglandin.

Untuk itu, obat ibuprofen memiliki kemampuan dapat menghambat prostaglandin yang dihasilkan oleh tubuh, sehingga rasa sakit maupun nyeri hilang serta dapat mengurangi pembengkakan dan demam. Akan tetapi, untuk mengobati kondisi kronis seperti arthritis, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter mengenai terapi non obat atau menggunakan obat lain untuk meredakan nyeri.

Perhatikan juga pada bagian peringatan yang tertera dalam label produk. Periksa bahan-bahan yang digunakan pada label meskipun pernah menggunakan produk tersebut. Sebab, produk-produk dengan nama yang mirip dapat mengandung bahan-bahan yang berbeda.

Dosis Penggunaan Obat Ibuprofen

  • Dosis obat ibuprofen untuk orang dewasa pengidap nyeri haid adalah 200 hingga 400 mg secara oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai dengan kebutuhan.
  • Untuk orang dewasa pengidap osteoarthritis adalah 400 hingga 800 mg secara oral setiap 6 hingga 8 jam sesuai dengan kebutuhan.
  • Bagi orang dewasa penderita rheumatoid arthritis memiliki dosis awal 400 hingga 800 mg secara oral setiap 6 hingga 8 jam sesuai kebutuhan. 
  • Untuk orang dewasa pengidap nyeri ringan hingga sedang aturan minumnya adalah 200 hingga 400 mg secara oral setiap 4 sampai 6 sesuai kebutuhan. Namun, jika melalui infus pasien harus terhidrasi secara baik sebelum diberikan obat ibuprofen dengan dosis 400 hingga 800 mg secara intravena selama 30 menit setiap 6 jam sesuai kebutuhan.
  • Saat mengalami demam, dapat mengkonsumsi obat ibuprofen dengan dosis 200 hingga 400 mg secara oral setiap 4 hingga 6 jam. Melalui infus pasien dipastikan terhidrasi dengan baik sebelum pemberian obat ibuprofen  dengan dosis awal 400 mg secara intravena selama 30 menit setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan.
  • Dosis ibuprofen untuk anak lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun penderita demam, memiliki dosis 10 mg/kg secara oral setiap 6 hingga 8 jam sesuai kebutuhan.
  • Dosis untuk bayi dan anak penderita nyeri adalah 4 hingga 10 mg/kg secara oral setiap 6 hingga 8 jam sesuai dengan kebutuhan dan dosis maksimal harian yang dianjurkan 40 mg/kg.
  • Bagi anak berusia 6 bulan hingga 12 tahun yang mengalami sakit rheumatoid arthritis dosis normalnya 30 hingga 40 mg/kg per hari dalam 3 sampai 4 dosis terbagi, yaitu dosis terendah dan titrasi, serta pasien dengan rasa sakit lebih ringan dapat diobati dengan dosis 20 mg/kg per hari.

Kegunaan Obat Ibuprofen yang diperoleh harus dipastikan lebih besar dibandingkan dengan risiko yang dapat dialami pasien. Oleh sebab itu, dosis penggunaan obat ibuprofen harus sesuai dengan resep dari Dokter dan petunjuk yang dianjurkan dalam kemasan produk sebelum memulai pengobatan.

Efek Samping Mengkonsumsi Obat Ibuprofen

Obat ibuprofen tergolong jenis NSAID pilihan pertama yang memiliki efek samping lebih ringan. Beberapa efek samping dari penggunaan obat ibuprofen, diantaranya efek samping yang ditimbulkan dalam skala ringan seperti sakit kepala, gugup, dan muntah.

Efek samping yang lebih serius berupa diare, hematemesis atau muntah darah, hematuria atau darah dalam urin, penglihatan kabur, ruam pada kulit, gatal maupun bengkak. Sama seperti jenis NSAID lainnya, obat ibuprofen dapat meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang dengan dosis yang tinggi.

Ibuprofen juga memiliki efek samping pada dermatologis, seperti kulit lebih sensitif terhadap cahaya meskipun efeknya paling lemah diantara jenis NSAID lainnya. Penggunaan obat ibuprofen harus dihentikan jika muncul ruam pada kulit dan hipersensitivitas muncul. Penggunaan ibuprofen memiliki efek samping pada gangguan gastrointestinal, seperti perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus yang berakibat fatal. Efek samping akan meningkat pada pemakaian dosis tinggi dan jangka panjang terutama pada pasien perokok dan peminum alkohol.

Gangguan berat pada organ hati dapat mengakibatkan penyakit kuning dan hepatitis, terutama pada dosis tinggi dan durasi pemakaian ibuprofen dalam waktu lama.

Ibuprofen tidak boleh dikonsumsi jika pasien mengalami gagal jantung, penyakit hati akut, memiliki riwayat peradangan atau luka pada saluran pencernaan dan memiliki riwayat alergi terhadap obat jenis NSAID. Hal ini harus dibawah pengawasan Dokter apabila pasien mengalami asma, memiliki gangguan pada ginjal atau hati, lupus, penyakit Crohn’s, hipertensi, stroke, memiliki masalah pada jantung seperti serangan jantung dan mengalami angina pektoris, serta pernah mengalami perdarahan pada perut.

Please follow and like us:

Fungsi dan Aturan Pakai Acetaminophen

Fungsi dan Aturan Pakai Acetaminophen

Anda harus mengetahuinya beberapa fungsi dan aturan pakai Acetaminophen sebelum mengkonsumsinya. Acetaminophen atau yang dikenal dengan obat Paracetamol yang biasanya digunakan sebagai obat penghilang rasa nyeri mulai dari sakit kepala, nyeri sendi, nyeri saat flu ataupun sakit gigi bahkan Paracetamol biasanya juga dikonsumsi untuk menurunkan demam. Obat ini sering digunakan karena terbiasa dengan penggunaannya dan dirasa cukup efektif. Namun seringkali bisa saja nantinya obat tersebut bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi tubuh Anda.

Berikut fungsi dan efek samping dari Acetaminophen

Mengetahui fungsi dan aturan pakai Acetaminophen sangatlah penting. Hal tersebut dilakukan agar penggunaan obat telah tepat untuk beberapa penyakit. Untuk itu akan dibahas beberapa fungsi dari Acetaminophen bagi tubuh Anda. Berikut ulasannya.

  1. Acetaminophen bisa digunakan untuk meredakan nyeri dengan intensitas rendah hingga sedang. Nyeri ini bisa saja terjadi pada seluruh bagian tubuh.
  2. Acetaminophen dapat diberikan kepada seseorang yang sedang mengalami demam. Karena obat tersebut akan efektif bagi pereda demam.
  3. Mengkonsumsi Acetaminophen mampu menurunkan produksi zat Postaglandin dalam tubuh. Zat tersebut jika terlalu banyak diproduksi oleh tubuh maka bisa mengakibatkan kerusakan jaringan dan bisa menyebabkan infeksi pada tubuh.

Memang secara umum Acetaminophen tidak memiliki efek samping yang cukup serius. Namun mungkin Anda akan merasakan beberapa efek samping berikut setelah mengkonsumsi Acetaminophen.

  • Kerusakan hati atau fungsi ginjal jika mengkonsumsi obat ini secara berlebihan.
  • Anda akan merasakan tekanan darah rendah dan memiliki detak jantung yang lebih cepat dibandingkan biasanya.
  • Terjadinya penurunan pada jumlah sel darah yang Anda miliki. Penurunan dapat terjadi pada sel darah merah ataupun pada sel darah putih.
  • Bisa mengakibatkan overdosis jika Anda mengkonsumsi obat ini sebanyak 10-15 tablet selama 24 jam.
  • Muncul ruam pada bagian tubuh sebagai efek dari pembengkakan yang mungkin terjadi sebagai efek samping dari obat ini.
  • Pada beberapa kondisi orang yang mengkonsumsi Acetaminophen bisa mengalami kesulitan bernafas hingga sesak nafas.
  • Dapat menimbulkan alergi yang akan membuat gatal pada bagian tubuh tertentu.

Berikut aturan pakai Acetaminophen

Paham benar tentang fungsi dan aturan pakai Acetaminophen merupakan keharusan. Agar ketika Anda mengkonsumsinya maka Anda mengetahui aturan yang tepat. Karena seringkali penggunaan dosis untuk beberapa orang akan berbeda. Berikut merupakan aturan pakai Acetaminophen yang harus Anda patuhi.

  1. Acetaminophen bisa dikonsumsi oleh orang dewasa sebanyak 1-2 tablet setiap empat hingga enam jam. Pemakaian bisa diulang jika memang membutuhkan obat ini namun harus berselang empat sampai enam jam.
  2. Pemberian Acetaminophen pada anak-anak harus sesuai dengan anjuran dokter. Karena perbedaan usia dan berat badan akan mengakibatkan penggunaan dosis pada setiap anak akan berbeda.
  3. Obat ini bisa dikonsumsi pada saat sebelum makan maupun sesudah makan.
  4. Jangan mengkonsumsi obat ini melebihi dari aturan yang telah ditentukan. Karena mengkonsumsi Acetaminophen secara berlebihan bisa menyebabkan kerusakan organ hati.
  5. Jika melewatkan jam mengkonsumsi Acetaminophen jangan sekali-kali mengkonsumsi dua dosis sekaligus yang mana dimaksudkan untuk menggantikan waktu yang terlewat. Hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh Anda.
  6. Jangan konsumsi Acetaminophen bersamaan dengan obat jenis lain karena hal tersebut bisa mengakibatkan turunnya efektivitas dari Acetaminophen. Untuk mendapatkan hasil terbaik konsumsilah Acetaminophen dengan obat lain setelah berjarak 1-2 jam.
  7. Meski tergolong aman namun obat ini dianjurkan untuk tidak dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui karena bisa mengganggu pertumbuhan anak. Namun untuk kondisi-kondisi tertentu bisa diberikan. Untuk itu sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter khusus jika obat ini akan dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui.

Peringatan:

  • Bagi orang dewasa tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi Acetaminophen lebih dari 4 gr (4-8 tablet) selama 24 jam. Anda harus memperhatikan anjuran dokter untuk mengkonsumsi obat ini.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis maka Anda bisa langsung segera menghubungi dokter.
  • Bagi anak-anak Anda harus memperhatikan dengan benar tentang dosis dan umur dari anak tersebut. Karena beberapa jenjang umur akan memiliki tingkat dosis yang berbeda.
  • Harap berhati-hati jika obat ini dikonsumsi oleh penderita gangguan hati, dehidrasi, gangguan ginjal atau orang yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Hentikan pemakaian jika setelah mengkonsumsi obat ini terdapat pembengkakkan pada bagian tubuh.
  • Mengkonsumsi obat ini secara berlebih dapat mengakibatkan nyeri perut dan gangguan pada lambung Anda.

Itulah beberapa fungsi dan aturan pakai Acetaminophen yang harus Anda ketahui. Jika aturannya sudah sesuai maka obat akan bekerja maksimal. Selain itu dengan mengetahuinya beberapa fungsi dari obat maka Anda bisa melakukan pengobatan secara tepat. Dan yang terpenting adalah Anda harus memperhatikan setiap efek samping yang mungkin akan diberikan oleh sebuah obat.

Please follow and like us:

Dosis dan Aturan Pakai Obat Naproxen


Dosis dan Aturan Pakai Obat Naproxen -Obat Naproxen merupakan jenis obat yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit, seperti sakit kepala, nyeri otot, tendinitis, sakit gigi, dan kram saat haid. Obat naproxen juga memiliki khasiat untuk mengurangi rasa nyeri, bengkak, dan masalah persendian yang kaku yang disebabkan oleh arthritis, bursitis dan asam urat. Obat ini termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid atau NSAID yang bekerja menghambat produksi zat tertentu yang mengakibatkan peradangan dalam tubuh.

Akan tetapi, untuk pengobatan penyakit kronis seperti arthritis, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter mengenai perawatan non obat dan menggunakan obat lain untuk pengobatan. Dosis dan Aturan Pakai Obat Naproxen akan diulas lebih lanjut :

Dosis Pemakaian Obat Naproxen

Obat naproxen tersedia dalam 2 tipe, yaitu naproxen biasa dan naproxen sodium. Naproxen biasa memiliki bentuk tablet lepas langsung, lepas lambat, atau suspensi yang diminum. Sedangkan naproxen sodium berupa tablet lepas langsung dan lepas lambat. Obat ini digunakan untuk meredakan rasa nyeri dan radang dalam kondisi yang bervariasi. Obat naproxen tersedia sebagai obat yang dijual bebas diluar.

Dosis dan Aturan Pakai Obat Naproxen dalam kondisi rheumatoid arthritis pada anak-anak dan remaja diatas 5 tahun memiliki dosis 10 mg/kgBB per hari yang dibagi dalam 2 jadwal konsumsi. Dalam kondisi rheumatoid arthritis, Osteoarthritis, dan Ankylosing spondylitis dosis pemakaian obat naproxen adalah 500 mg hingga 1 gram per hari dengan dibagi menjadi 2 jadwal konsumsi.

Untuk pengobatan penyakit asam urat, dosis pemakaian obat naproxen dengan dosis awal sebanyak 750 mg. Lalu dilanjutkan dengan dosis sebanyak 250 mg setiap jam hingga rasa nyeri reda. Dalam kondisi nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri saat haid aturan pemakaian obat naproxen dengan dosis awal sejumlah 500 mg dan dilanjutkan dengan dosis 250 mg setiap 6 hingga 8 jam sesuai kebutuhan. Perlu diketahui, dalam kondisi ini dosis maksimal pemakaian obat naproxen adalah 1250 mg per hari.

Bagi pasien memiliki sakit maag, disarankan mengkonsumsi obat naproxen bersama dengan susu, makanan, maupun antasida. Dosis dan Aturan Pakai Obat Naproxen disesuaikan dengan kondisi medis dan respon tubuh terhadap pengobatan. untuk mengurangi risiko perdarahan perut dan efek samping lainnya, sebaiknya penggunaan naproxen dalam jumlah dosis yang rendah dan tidak meningkatkan dosis naproxen melebihi apa yang dianjurkan.

Pada kondisi arthritis yang masih berlangsung, lanjutkan konsumsi naproxen sesuai dengan anjuran dari Dokter. Akan tetapi, untuk kondisi tertentu, pengobatan arthritis membutuhkan waktu selama 2 minggu dengan mengkonsumsi naproxen secara rutin.

Sangat disarankan Dosis dan Aturan Pakai Obat Naproxen sesuai anjuran dari Dokter dan baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat naproxen. Obat ini dianjurkan untuk dikonsumsi saat makan atau segera setelah makan. Untuk lansia, disarankan untuk rutin memeriksakan ke Dokter selama mengkonsumsi obat naproxen agar kondisi kesehatan tubuh tetap dalam pengawasan Dokter dan dapat terpantau.

Pastikan untuk mengkonsumsi obat naproxen pada jam yang sama dalam setiap harinya supaya mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal. Pastikan juga terdapat jarak waktu yang cukup antara dosis pertama dengan dosis selanjutnya. Usahakan menyimpan obat naproxen di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping Penggunaan Obat Naproxen

Segera hubungi tim medis jika mengalami tanda-tanda sebagai reaksi alergi akibat mengkonsumsi obat naproxen, seperti gatal-gatal, sulit bernafas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, maupun pembengkakan pada tenggorokan.

Sebaiknya hentikan penggunaan obat naproxen dan segera hubungi Dokter, apabila mengalami nyeri dada, letih, sesak nafas, sulit untuk bicara, masalah pada penglihatan atau keseimbangan. Efek samping yang ditimbulkan dapat juga mengakibatkan tinja hitam atau berdarah, bentuk darah atau muntah tampak seperti bubuk kopi. Kenaikan berat badan yang cepat, jarang buang air kecil atau tidak sama sekali.

Selain itu, dapat memicu mual, nyeri perut bagianatas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, sakit kuning, memar, kesemutan parah, mati rasa, kelemahan otot, demam, sakit kepala, leher kaku, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, munculnya bintik-bintik keunguan pada kulit, kejang.

Efek samping yang terjadi pada kulit, seperti pembengkakan wajah, lidah, rasa terbakar di bagian mata, nyeri kulit diikti dengan ruam-ruam merah atau ungu yang menyebar terutama pada bagian wajah atau tubuh bagian atas, dan mengakibatkan kulit lecet dan mengelupas.

Dosis dan Aturan Pakai Obat Naproxen memiliki efek samping secara umum, meliputi sakit perut, mulas ringan, diare, perut kembung, pusing, sakit kepala, gugup, penglihatan kabur, dan telinga berdengung. Akan tetapi, tidak semua orang mengalami efek samping atas penggunaan obat naproxen. Jika memiliki kekhawatiran tertentu mengenai efek samping yang ditimbulkan dari pemakaian obat naproxen, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter atau petugas apotek.

Please follow and like us: