Tag Archives: tantrum

Penyebab dan Cara Mengatasi Tempertantrum pada Bayi

Penyebab dan Cara Mengatasi Tempertantrum pada Bayi – Tantrum umumnya dialami oleh anak-anak yang notabene sudah bisa mengenal emosi. Namun pada bayi pun bisa terjadi tantrum. Mungkin orang tua akan kaget jika tiba-tiba bayinya menangis lebih keras, memukul-mukul badannya, atau berlaku tidak seperti biasanya. Tantrum pada bayi bukan karena dia sedang marah atau karena orang tua membuat kesalahan. Namun penyebabnya lebih ke reaksi alaminya terhadap hal yang ia alami. Misalnya kelelahan, lapar, hingga tidak bisa beradaptasi.

Penyebab tantrum pada bayi mesti dikenali. Dengan tahu apa saja penyebabnya, kita bisa memutuskan penangangan yang tepat. Sebab seringkali orang tua akan panik dulu ketika menghadapi bayinya tiba-tiba tantrum. Diperlukan ketenangan agar penanganan tempertantrum tepat. Maka dari itu kenali dulu apa saja penyebab tantrum pada bayi. dan kenali juga bagaimana penanganannya. Berikut ini ulasan lebih lanjut untuk penyebab serta cara mengatasi tantrum pada bayi.

Penyebab dan Cara Mengatasi Tempertantrum Bayi

1. Kelelahan

Meskipun tidak bergerak aktif seperti orang dewasa, bayi juga kerap mengalami kelelahan. Bisa jadi rasa lelahnya karena seharian diajak orangtua bepergian, udara yang panas, hingga dehidrasi. Reaksi kelelahan pun bisa diwujudkan dalam bentuk tantrum. Agar bayi tidak terus-terusan tantrum, cobalah berikan ASI dan tidurkan. Jika tidak mau tidur, berikan mainan yang bisa membuatnya lebih tenang.

2. Lapar

Reaksi alami bayi ketika lapar adalah menangis. Namun pada kondisi tertentu, wujud reaksi laparnya bisa dalam bentuk tantrum. Bisa jadi rasa lapar yang ia alami begitu kuat sehingga diwakilkan melalui tantrum. Segera susui bayi. Jika sudah masuk tahap MPASI, anda bisa membuatkannya makanan dengan kandungan karbohidrat sebagai bahan utamanya.

3. Takut/cemas

Ekspresi ketakutan bayi bisa diwakilkan melalui tantrum. Reaksi tersebut merupakan hal wajar sebagai bentuk penyampaiannya terhadap situasi yang ia alami. Rasa takut yang bayi alami bisa karena bisingnya lingkungan, suara keras yang tiba-tiba, atau ketika bangun dia tidak mendapati siapapun di dekatnya. Gendong dan peluk secara lembut untuk menenangkannya. Pindahkan ke tempat yang sekiranya lebih aman untuknya.

4. Terlalu bising

Bayi begitu suka dengan suasana yang tenang. Lingkungan yang terlalu bising membuat bayi akan ter-stimulasi secara berlebihan. Efeknya, dia akan mudah mengalami tantrum. Bayi akan sering menangis meskipun kondisinya tidak lapar atau popoknya masih bersih. Untuk mengatasi hal tersebut, pindahkan bayi ke tempat lebih tenang. Anda bisa memeluknya sambil memberikan ASI untuk lebih menenangkannya.

5. Menolak perubahan

Bayi sudah mulai bisa mengenali kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya kamar tidurnya, suhu udara, hingga kebisingan di sekitarnya. Ketika si kecil mengalami tantrum, bisa jadi karena dirinya tidak bisa langsung beradaptasi dengan sekitarnya. Efeknya dia akan mengalami tantrum. Solusinya dengan memberikan waktu agar bayi bisa beradaptasi. Baik dengan kondisi kamar barunya, lingkungan sekitar, dll. Cobalah kenalkan pelan-pelan perubahan di sekitarnya.

Jadi jangan panik dulu ketika bayi mengalami tantrum. Cobalah lebih peka untuk menanganinya lebih cepat. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us: