Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026
Panduan Lengkap untuk Tenaga Kesehatan & Masyarakat
📅 Update Agustus 2026 • Kemenkes RI
📌 Ringkasan Program
Cek Kesehatan Gratis (CKG) adalah program prioritas nasional (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 10 Februari 2025. Memasuki tahun kedua di 2026, program ini berlandaskan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/84/2026 tentang Petunjuk Teknis CKG yang ditetapkan pada 9 Februari 2026.
Target 2026: 130–136 juta peserta (46% penduduk Indonesia). Hingga 31 Juli 2026, CKG telah menjangkau 73,8 juta penduduk — melampaui total capaian tahun 2025 yang 70 juta peserta.
Pembeda utama CKG 2026: tidak hanya skrining, tetapi memasuki tahap tatalaksana dan pengobatan lanjutan bagi peserta yang terdiagnosis penyakit kronis.
🗂️ Daftar Isi
🎯 Sasaran & Kelompok Usia
CKG diperuntukkan bagi seluruh penduduk Indonesia, baik peserta maupun bukan peserta JKN, tanpa dipungut biaya — minimal satu kali dalam setahun.
👶 Bayi Baru Lahir
Usia 2 hari. Skrining hipotiroid kongenital, G6PD, hiperplasia adrenal kongenital, PJB kritis, hiperbilirubinemia, BB lahir rendah, imunisasi HB0.
🧒 Balita & Prasekolah
Usia 1–6 tahun. Tumbuh kembang, TB, gigi, mata, gula darah (mulai 2 th), anemia-talasemia, imunisasi, skrining TB/kusta/skabies.
📚 Anak Sekolah & Remaja
Usia 7–17 tahun. Dilaksanakan di sekolah pada tahun ajaran baru (Juli). Meliputi gizi, kesehatan indra, kesehatan umum, dan kuesioner SATUSEHAT Mobile.
🧑 Dewasa
Usia 18–59 tahun. Skrining kardiovaskular, paru, kanker, indera, gigi, kesehatan jiwa (Keswa), hati, kulit, dan catin (calon pengantin).
👴 Lansia
Usia 60+ tahun. Seluruh pemeriksaan dewasa (kecuali catin) ditambah asesmen geriatri untuk deteksi risiko penurunan fungsi fisik dan kognitif.
🔬 Jenis Pemeriksaan per Kelompok
Bayi Baru Lahir (0–28 hari)
- Skrining Bayi Baru Lahir: Hipotiroid Kongenital, G6PD, Hiperplasia Adrenal Kongenital, PJB Kritis
- Hiperbilirubinemia (bayi kuning)
- Berat Badan Lahir Rendah
- Imunisasi Hepatitis B0
Balita & Anak Prasekolah (1–6 tahun)
- Pemantauan pertumbuhan fisik & perkembangan motorik, kognitif, sosial
- Skrining gula darah (mulai usia 2 tahun)
- Deteksi anemia dan talasemia
- Pemeriksaan telinga (pendengaran), mata (penglihatan), gigi & mulut
- Deteksi TB, kusta, skabies, frambusia
- Status imunisasi lengkap
Anak Sekolah & Remaja (7–17 tahun)
- Karies gigi, anemia, tekanan darah, kotoran telinga, gizi lebih/obesitas
- Kuesioner kesehatan via SATUSEHAT Mobile
- Pemeriksaan sesuai instrumen CKG Kemendikdasmen
Dewasa (18–59 tahun)
- Kardiovaskular: tekanan darah, faktor risiko hipertensi
- Paru & TB: skrining tuberkulosis, PPOK
- Kanker: faktor risiko kanker, kanker leher rahim, kanker paru
- Indera & Gigi: mata, telinga, gigi & mulut
- Kesehatan Jiwa (Keswa)
- Hati & Kulit
- Catin (Calon Pengantin): skrining khusus pranikah
- Status gizi, aktivitas fisik, kebiasaan merokok
Lansia (60+ tahun)
- Seluruh item pemeriksaan dewasa (kecuali catin)
- Asesmen Geriatri: risiko penurunan fungsi fisik, kognitif, dan kemandirian
🏥 Panduan untuk Tenaga Kesehatan
Bagi nakes di Puskesmas, Posyandu, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan primer, berikut alur pelaksanaan CKG 2026:
📋 Persiapan
- Pastikan akun SSI/ASIK telah aktif — akun dibuat oleh admin Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.
- Siapkan SDM (5–7 orang per tim pelaksana CKG) meliputi dokter/perawat, bidan, petugas gizi, promkes, dan admin.
- Pastikan ketersediaan alat dan bahan habis pakai (tensimeter, glukometer, termometer, rapid test, dll.).
- Koordinasikan jadwal dengan sekolah, pemerintah desa/kelurahan, dan perusahaan untuk CKG komunitas.
🔄 Alur Pelayanan CKG di Puskesmas
- 1 Pendaftaran: Masyarakat datang langsung atau sudah registrasi via SATUSEHAT Mobile. Petugas memverifikasi NIK dan data dasar.
- 2 Anamnesis & Kuesioner: Gali keluhan, riwayat penyakit, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kesehatan jiwa.
- 3 Pemeriksaan Fisik & Skrining: Lakukan sesuai usia sasaran (tensi, gula darah, kolesterol, TB, indera, gigi, dll.).
- 4 Edukasi & Konseling: Berikan konseling singkat sesuai hasil — terutama bagi yang masuk kategori “kurang sehat” (kuning) atau “tidak sehat” (merah).
- 5 Pencatatan & Pelaporan: Input data ke SSI/ASIK (website Puskesmas). Pastikan data hasil skrining terisi lengkap.
- 6 Tindak Lanjut: Peserta dengan faktor risiko PTM (hipertensi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi) diberikan obat gratis hingga 15 hari pertama, lalu dirujuk ke JKN jika perlu lanjutan.
📊 Pencatatan & Pelaporan
- Input melalui website SSI/ASIK (Sistem Informasi Kesehatan)
- Data yang dicatat: identitas pasien, hasil skrining per item, diagnosis, tindak lanjut
- Mulai Agustus 2026, Kemenkes memantau data tatalaksana dari sedikitnya 5.300 puskesmas sebelum diperluas secara nasional
- Untuk CKG di sekolah: koordinasikan data dengan pihak sekolah; orang tua melaporkan bukti pendaftaran ke sekolah, bukan hasil tes
⚠️ Hal yang Perlu Diperhatikan Nakes
- Tatalaksana 15 hari: Obat hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat diberikan gratis 15 hari pertama sesuai indikasi medis — jangan sampai terlewat.
- Skrining Keswa (Kesehatan Jiwa): Sudah menjadi bagian dari paket CKG dewasa. Gunakan kuesioner terstandar.
- Catin (Calon Pengantin): Skrining pranikah termasuk dalam paket dewasa — penting untuk deteksi penyakit genetik dan menular.
- Data: Masalah kesehatan anak SD berbeda dengan SMP/SMA — analisis data untuk intervensi yang tepat sasaran.
👤 Panduan untuk Masyarakat
Cara Mendaftar CKG 2026
- Unduh aplikasi SATUSEHAT Mobile dari Google Play Store atau App Store.
- Daftar/login menggunakan NIK. Lengkapi data diri.
- Pilih menu Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan isi kuesioner kesehatan singkat.
- Datang ke Puskesmas terdekat — tunjukkan bukti registrasi di aplikasi.
- Ikuti pemeriksaan oleh nakes (sekitar 15–30 menit tergantung kelompok usia).
- Hasil pemeriksaan masuk ke aplikasi SATUSEHAT Mobile — pantau secara berkala.
Tidak punya smartphone? Nakes di Puskesmas dapat mendaftarkan Anda melalui website ASIK — cukup bawa KTP/KK.
🎒 Khusus Anak Sekolah
- Sekolah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk jadwal CKG.
- Orang tua/wali mendaftarkan anak melalui SATUSEHAT Mobile dan mengisi kuesioner.
- Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tenaga kesehatan Puskesmas.
- Orang tua cukup melaporkan bukti pendaftaran ke sekolah — bukan hasil tes.
💰 Biaya
Gratis. Tidak dipungut biaya apapun. Pemeriksaan berlaku untuk peserta JKN maupun non-JKN. Jika ditemukan masalah kesehatan, obat 15 hari pertama diberikan gratis.
“Cek kesehatan tidak cukup dilakukan sekali. Jika memungkinkan, lakukan setiap tahun. Jadikan pemeriksaan tahunan sebagai gaya hidup baru.”
— Wamenkes RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD
💊 Tatalaksana & Pengobatan Lanjutan
Pembeda utama CKG 2025 vs 2026: tahap tatalaksana. Kemenkes kini memastikan hasil skrining ditindaklanjuti, bukan sekadar didata.
Fokus 3 Faktor Risiko PTM
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Gula darah tinggi (diabetes melitus)
- Kolesterol tinggi
Alur Tatalaksana
- Skrining → temukan masalah
- Edukasi → konseling perubahan gaya hidup
- Obat gratis 15 hari → untuk hipertensi, diabetes, kolesterol
- Rujuk ke JKN → untuk pengobatan lanjutan jika diperlukan
- Pemantauan → evaluasi rutin, lihat apakah kondisi terkendali
Hasil Sementara
Dari peserta yang terdiagnosis hipertensi pada CKG 2025 dan kembali diperiksa di CKG 2026, 46,9% telah berhasil mengendalikan tekanan darahnya. Pemerintah menargetkan 50% penderita menjalani pengobatan rutin, dan 50% di antaranya mencapai kondisi terkendali.
📊 Target & Capaian 2026
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Target peserta 2026 | 130–136 juta (46% penduduk) |
| Capaian per 31 Juli 2026 | 73,8 juta |
| Capaian per 5 Juli 2026 | 59,6 juta |
| Total capaian 2025 | 70 juta |
| Puskesmas pelaksana | >10.000 |
| Sekolah menjangkau | >91.000 sekolah (5,9 juta siswa) |
| Dasar hukum | Kepmenkes HK.01.07/MENKES/84/2026 |
Provinsi dengan partisipasi tertinggi: Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Peserta perempuan: 17,1 juta; laki-laki: 12,6 juta (data September 2025).
📋 Temuan Kesehatan dari CKG 2026
Data semester pertama 2026 mengungkap gambaran masalah kesehatan berdasarkan kelompok usia:
- Anak sekolah: Karies gigi (>40%), anemia (27%), tekanan darah meningkat (21%), kotoran telinga (7%), gizi lebih/obesitas (7%)
- Double burden malnutrition: Gizi lebih hampir menyamai gizi kurang — Indonesia menghadapi beban ganda malnutrisi
- Dewasa & lansia: Hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi mendominasi — pemicu utama penyakit jantung, stroke, gagal ginjal
❓ Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah CKG hanya untuk pemilik BPJS?
Tidak. CKG terbuka untuk seluruh penduduk Indonesia, baik peserta JKN maupun bukan.
Berapa kali bisa ikut CKG?
Minimal satu kali per tahun. Dianjurkan memeriksakan diri setiap tahun.
Apakah balita dan bayi baru lahir bisa ikut?
Ya. Bayi baru lahir (usia 2 hari) mendapat skrining khusus. Balita usia 1–6 tahun juga mendapat pemeriksaan tumbuh kembang.
Bagaimana jika hasil CKG menunjukkan masalah?
Nakes akan memberikan edukasi dan obat gratis 15 hari. Jika perlu penanganan lanjutan, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan melalui JKN.
Apakah lansia dengan keterbatasan mobilitas bisa dilayani?
Ya. Puskesmas dapat melakukan CKG luar gedung (kunjungan rumah atau Posyandu lansia).
Bagaimana cara melapor jika ada kendala?
Hubungi Halo Kemenkes 1500-567, email kontak@kemkes.go.id, atau akses faq.kemkes.go.id.
Mari Sukseskan CKG 2026
Program Cek Kesehatan Gratis adalah investasi kesehatan bangsa terbesar dalam sejarah Indonesia. Bagi nakes: jadilah ujung tombak deteksi dini dan tatalaksana. Bagi masyarakat: jangan lewatkan hak Anda untuk diperiksa gratis. Satu tahun sekali, datang ke Puskesmas terdekat.
Kontak resmi:
Kementerian Kesehatan RI — kemkes.go.id
SATUSEHAT Mobile — unduh di Play Store / App Store
Halo Kemenkes — 1500-567


Komentar